Mejayan

Pengembangan Monumen Kresek Terimbas Covid-19

Boyongan Pedagang Tertunda Setahun

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Jadwal boyongan puluhan pedagang wisata Monumen Kresek, Kabupaten Madiun, ke tempat berjualan baru tahun ini tertunda. Anggaran penyempurnaan kawasan itu dari dinas pariwisata, pemuda, dan olahraga (disparpora) dialihkan untuk penanganan Covid-19. ‘’Bulan depan sebetulnya target sudah bisa ditempati 20 pedagang,’’ kata Kabid Pengembangan Wisata Disparpora Kabupaten Madiun Isbani Minggu (21/6).

Isbani menyebut, bangunan utama tempat berjualan sudah siap sejak tahun lalu. Hasil menggunakan dana bantuan Rp 2,7 miliar dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Akan tetapi, bangunan belum bisa ditempati karena perlu tiga tambahan kelengkapan. Yakni, penyediaan air, listrik, dan jalur pedestrian. ‘’Daerah menyempurnakan dengan anggaran Rp 700 juta. Sebelum akhirnya ditarik untuk penanganan korona,’’ jelasnya.

Disparpora berencana melanjutkan kegiatan yang tertunda kali ini pada tahun depan. Pendek kata, sarana itu ter-pending setahun. Perbaikan bakal dilakukan bila ada bangunan yang rusak karena tidak kunjung digunakan. ‘’Minggu depan kami cek lapangan. Kalau memang ada kerusakan, untuk saat ini masih menjadi tanggung jawabnya kontraktor,’’ bebernya seraya menyebut pedagang menempati bangunan lama hingga tahun depan.

Isbani menyebut, bangunan lama pedagang bakal dibuat taman. Namun, rencana itu menunggu pengembangan lokasi berjualan yang baru rampung. ‘’Ya harus bersabar,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close