Pengambilan Sumpah dan Janji Pimpinan DPRD Kota Madiun Periode 2019–2024

1258
KOMPAK: Istono, Andi Raya Bagus Miko Saputra, dan Armaya setelah resmi diambil sumpah dan janjinya sebagai pimpinan DPRD Kota Madiun definitif masa jabatan 2019–2024.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Andi Raya Bagus Miko Saputra, Istono, dan Armaya akhirnya secara definitif resmi duduk sebagai pimpinan DPRD Kota Madiun. Mereka diambil sumpah dan janjinya Selasa malam (24/9) di Gedung Taman Praja. Diputuskan sebagai ketua dewan adalah Andi Raya (AR). Sedangkan, Istono dan Armaya menjabat wakil ketua.

AR mengatakan, komitmennya menjalin harmonisasi dengan pemkot dalam penyelenggaraan pemerintahan. Pihaknya memastikan DPRD akan bekerja untuk kepentingan rakyat. ‘’Seluruh anggota DPRD akan bersinergi dengan pemkot, bukan hanya ketua dan wakil ketua. Kami semua akan berpikir untuk kepentingan rakyat,’’ ujarnya.

SAYA BERSUMPAH: Armaya, Istono, dan Andi Raya ketika diambil sumpah dan janjinya sebagai ketua dan wakil ketua DPRD periode 2019–2024.

Setelah ini pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan alat kelengkapan dewan (AKD). Supaya tugas kelembagaan bisa langsung berjalan. Sebab, bila tidak ada AKD, pekerjaan terkait penyelenggaraan pemerintahan tidak dapat dijalankan. ‘’Jadi, apa yang belum selesai, kami selesaikan dulu. Termasuk rencana kerja (renja) DPRD harus diselesaikan sebelum 30 September,’’ katanya.

Wali Kota Madiun Maidi berharap, strong partnership antara DPRD dengan pemkot dibangun dengan baik. Sebab, berdasarkan UU 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, penyelenggaraan pemerintahan daerah dilakukan oleh wali kota dan DPRD. ‘’Saya berharap pimpinan DPRD Kota Madiun bisa segera bekerja mencocokkan dengan program Panca Karya,’’ ucapnya.

JAGA MADIUN: Seluruh jajaran forkompinda Kota Madiun beserta tokoh agama dan masyarakat berfoto bersama pasca pengucapan sumpah ketua dan wakil ketua dewan.

Selain itu, para pimpinan dan seluruh anggota DPRD bagaimana bisa langsung bekerja menyusun rencana strategis pembangunan dalam lima tahun ke depan. Termasuk memasukkannya di rencana anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD). ‘’Saya rasa teman-teman di DPRD Kota Madiun juga bisa lari kencang. Yang lama sudah mengetahui, dan yang baru segera bisa adaptasi dengan rencana strategis lima tahun ke depan,’’ ujarnya. (her/c1/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here