Triwulan Kedua, Hanya Dua RUP Masuk ke UKBPJ

9

PACITAN – Program pembangunan di Pacitan terancam tidak maksimal. Pasalnya, hingga kini pengajuan rencana umum pengadaan (RUP) ke unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKBPJ) lemot. Memasuki triwulan kedua, hanya masuk dua RUP. ‘’Yakni pengadaan beras dari dinas pangan dan konsultan tata ruang dari dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang),’’ kata Kepala UKBPJ Pacitan Turmudi kemarin (11/4).

Dia menduga penyebabnya perencanaan dan penyusunan RUP belum jadi. Pun akibat perubahan aturan lelang. Sebelumnya Peraturan Presiden (Perpres) 54/2010 direvisi jadi Perpres 16/2018. Terutama penyusunan paket yang akan dilelang. ‘’Dulu penyusunan dilakukan pokja, tapi sekarang masing-masing pejabat pembuat komitmen (PPK),’’ujarnya.

Menurut dia, bersamaan perubahan aturan tersebut pekerjaan PPK lebih berat. Pihaknya sekadar membantu berupa supervisi. Pun hanya bisa mengangkat tim teknis untuk membantu. Idealnya, lanjut dia, lelang dilakukan sejak awal tahun. Mulai Februari, Maret dan April. Itu untuk mengantisipasi keterlambatan pekerjaan mengingat kemungkinan pelaksanaan lelang molor bisa terjadi.  ‘’Kasihan waktu evaluasi akhir tahun tapi masih menyelesaikan pekerjaan. Beban PPK semakin berat, ’’ tuturnya.

Terkait belum banyaknya PPK atau organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengajukan RUP, pihaknya tidak sekadar menunggu pengajuan. UKBPJ sudah jemput bola dengan mengumpulkan PPK masing-masing OPD untuk segera mengajukan RUP agar cepat dilelang. ‘’Semua kami imbau untuk segera menyelesaikan penyusunan paket-paketnya supaya tidak telat,’’ imbuhnya.

Sebab, telatnya pekerjaan sempat membuat UKBPJ kena semprot DPRD. Itu setelah proses lelang Puskesmas Punung dan Kalak dianggap molor. Pasalnya selain pengawasan internal juga terdapat pengawasan eksternal yang salah satunya dari anggota dewan atas pelaksanaan pekerjaan pembangunan di Pacitan.

Turmudi memperkirakan jika tahun ini paket lelang yang akan dibuka lebih besar dibanding sebelumnya. Itu didasarkan pada pelaksanaan pembangunan program rekonstruksi dan rehabilitasi (RR) bantuan pascabencana 2017. ‘’Kalau tahun lalu kurang lebih 140 paket. Tahun ini lbih banyak,’’ bebernya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here