Pengadaan Damkar Terganjal Biaya dan SDM

166

NGAWI – Usulan Fraksi Persatuan dan Kebangkitan Bangsa agar pemkab menyediakan fasilitas mobil pemadam kebakaran (damkar) di setiap kecamatan sepertinya sulit direalisasikan. Kendati, hal itu penting untuk mengatasi bencana kebakaran yang bisa terjadi setiap saat.

Khoriul Anam, anggota fraksi tersebut, mengaku mendukung upaya pemkab dalam menanggulangi kejadian kebakaran. Pun, jika di setiap kecamatan memiliki mobil damkar sendiri akan memudahkan upaya pemadaman karena lebih cepat menjangkau lokasi ‘’Setidaknya tiga kecamatan ada satu unit, kalau memang tidak bisa semua. Tapi, yang perlu dipikirkan adalah biaya dan SDM di kecamatan,’’ urainya.

Berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), cakupan petugas pemadam kebakaran memang idelanya sekitar 7,5 kilometer. Lebih dari radius itu, kebakaran sulit tertangani. Sementara, jumlah petugas damkar di Ngawi saat ini hanya 18 orang. Sedangkan mobil damkar hanya ada tiga unit.

Terkait usulan tersebut, Bupati Budi ‘Kanang’ Sulistyono mengakui bahwa sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di Ngawi perlu ditingkatkan. Namun, dia menilai hal yang lebih penting adalah mengasah kemandirian masyarakat dalam upaya pemadaman kebakaran. ‘’Kita harus jeli terhadap semua bangunan yang rawan kebakaran,’’ ujarnya.

Menurut dia setiap gedung yang rawan harus memiliki petugas dan peralatan sendiri. Minimal dalam bentuk alat pemadam api ringan (APAR) sehingga jika terjadi kebakaran bisa segera mengambil tindakan secara mandiri. Selain itu, Kanang menilai perlunya membentuk desa tangguh bencana kebakaran. ‘’Selama ini kan sudah ada destana (desa tangguh bencana) untuk banjir. Nanti yang kebakaran juga akan kami bentuk,’’ janjinya.

Menurut dia, pengadaan satu unit mobil damkar untuk satu kecamatan dipastikan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sebab, harga mobil damkar mencapai Rp 1,5 miliar lebih. ‘’SDM-nya juga perlu dipikirkan. Selain itu, belum tentu juga setiap tahun terjadi kebakaran,’’ ujarnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here