Pengadaan EWS Terganjal Dana

107

NGAWI – Sebagian wilayah Bumi Orek-Orek dilintasi sungai besar. Sayangnya, jumlah early warning system (EWS) bencana banjir belum memadai. ‘’Kalau menurut kami masih perlu penambahan,’’ kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Ngawi Eko Heru Tjahjono kemarin (3/3).

Heru menyebut, sedikitnya ada empat titik yang saat ini membutuhkan sistem alat peringatan dini tersebut. Yakni, sekitar jembatan Krapyak, jembatan ring road timur, jembatan Desa Sriwedari, dan jembatan Mantingan. ‘’Soalnya, empat lokasi itu merupakan wilayah rawan banjir,’’ katanya.

Hanya, dia memastikan pengadaan alat tersebut tak bisa direalisasikan tahun ini lantaran belum ada anggaran. ‘’Sebenarnya bukan hanya EWS yang perlu ditambah, tapi juga alat ukur debit air sungai supaya mudah dipantau,’’ ujarnya.

Menurut dia, EWS dan alat ukur yang sudah terpasang saat ini merupakan milik Perum Jasa Tirta dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. ‘’Jadi, kami tidak punya kewenangan soal alat-alat itu, termasuk pemeliharaannya,’’ ungkapnya kepada Radar Ngawi.

Sekadar diketahui, bencana banjir menjadi ancaman sebagian warga Ngawi ketika musim penghujan. Terutama mereka yang tinggal di sepanjang aliran Bengawan Madiun. Data BPBD setempat menyebutkan, sedikitnya sepuluh kecamatan dengan 41 desa merupakan wilayah rawan bencana banjir. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here