Madiun

Anggota Dewan dan Perajin Ajukan Protes soal Pengadaan Batik

MADIUN – Polemik pengadaan batik tradisional keris Pemkot Madiun makin meruncing. Tidak kebagiannya jatah perajin batik lokal atas pengadaan itu memancing reaksi anggota DPRD Kota Madiun. Mereka menyoal ada kesalahan perencanaan pengadaan dalam program tersebut. ’’Tidak seharusnya satu OPD. Tapi, beberapa OPD,’’ kata Ketua Komisi I DPRD Kota Madiun Dwi Djatmiko Agung Subroto Rabu (10/7).

Namun demikian, dia mengaku tidak menyalahkan sistem pengadaan batik tradisional keris itu. Karena semua sudah sesuai prosedur. Sebab, alokasi pengadaannya mencapai Rp 1,6 miliar. Sehingga prosesnya harus melalui lelang. ’’Kalau per OPD bisa dilakukan penunjukan langsung,’’ ujar politikus PDIP tersebut.

Legislator yang sering disapa Kokok Patihan itu menambahkan, ke depannya harus ada perubahan sistem perencanaan pada pengadaan batik. Supaya para perajin lokal juga bisa mendapatkan jatah kegiatan tersebut. Sekaligus memgembangkan ekonomi kreatif UMKM Kota Madiun. ‘’Kegiatan pelatihan dan pameran batik yang setiap tahun digelar oleh pemkot terasa sia-sia. Karena mereka ujung-ujungnya tidak kebagian jatah program batik dari pemkot,’’ terangnya.

Keluhan perajin batik lokal datang dari M. Toni Wiwieko Aji, ketua Koperasi Karismatik Batik Madiun. Menurut dia, kerapnya pemkot menggandeng industri batik luar daerah dalam beberapa program pengadaan kain batik seakan meredupkan kreativitas perajin batik lokal.

Di samping itu, diakui Toni, dalam tender pengadaan batik motif keris tradisional pemkot, para perajin batik lokal tak tahu-menahu. Dia beralasan karena sebelumnya memang tidak ada sosialisasi dari pemkot. Padahal, harga batik lokal dinilainya tidak kalah bagus dengan produk luar daerah. Kecuali batik tulis yang memang harganya mahal dibandingkan dengan batik cap maupun printing. ‘’Kalau harga mahal itu image saja. Sebenarnya kami pun juga punya yang murah. Kan batik ini ada tiga jenis, yaitu cap, printing, dan tulis. Kadang mereka melihatnya langsung batik tulis, ya jelas mahal,’’ ucapnya. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close