Penertiban Dump Truck: Dishub Sasar Pelanggar Luar Daerah

19

PONOROGO – Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo memperluas jangkauan penertiban dump truck overtonase. Bila tahun lalu berkutat wilayah timur, kali ini menyasar area barat khususnya Kecamatan Sampung. Akan tetapi, pelaksanaannya diyakini tidak semulus wilayah yang dulu dipantau seperti Pulung dan Jenangan. ‘’Kali ini cukup sulit untuk menertibkan kendaraan yang melintas ruas jalan kabupaten,’’ kata Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Ponorogo Kristanta kemarin (9/4).

Kristanta menyatakan, kendala yang dihadapi lokasi pertambangan wilayah barat mayoritas dari Jawa Tengah. Menyulitkan lantaran konsep penertiban tahun lalu yaitu membuat memorandum of understanding (MoU) bersama penambang dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) lokasi pertambangan. ‘’Tenaga di luar dishub untuk penertiban juga baru satu orang,’’ ucapnya kepada Radar Ponorogo.

Kepala Dishub Ponorogo Djunaedi menambahkan, usulan anggaran coba dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tenaga dan biaya operasional penertiban wilayah barat. Nilanya Rp 35 juta untuk penindakan sepanjang 2019. ‘’Jadi yang menurunkan muatan saat penertiban bukan dishub, tapi tenaga khusus yang kami beri upah,’’ ujarnya.

Konsep itu memaksa dump truck yang kedapatan membawa muatan berlebih mengurangi isinya hingga sesuai standar. Kebijakan itu diklaim paling efektif ketimbang upaya lain yang telah dijalankan. Buktinya, sekitar 80 persen armada dump truck pengangkut hasil tambang di Pulung dan Jenangan telah menyesuaikan bak ke ukuran standar hingga akhir 2018. Sehingga tonase atau bobot truk tidak melebihi kapasitas jalan. ‘’Sebelumnya selalu ada celah membawa muatan melebihi standar tonase,’’ ujarnya. (naz/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here