Buka Jurusan Desain Kulit, SMK Yosonegoro Butuh Rp 400 Juta

54

MAGETAN – Magetan bisa mencetak desainer kulit andal. SMK Yosonegoro menginisiasinya dengan membuka kelas baru bernama teknik desain kulit di tahun ajaran 2019/2020. Pembentukan kelas dengan konsentrasi penciptaan desain dan pengolahan produk tersebut merespons tingginya potensi industri kulit di Bumi Ki Mageti. ‘’Membuka satu rombel (rombongan belajar, Red) karena masih perdana,’’ kata Plt Kepala SMK Yosonegoro Muh Amien kemarin (12/4).

Jurusan desain kulit sekolah pelat merah ini masih minim sarana dan prasarana (sarpras). Sebatas memiliki gedung dan bengkel kulit. Belum ada peralatan penunjang praktik seperti mesin jahit dan perangkat komputer untuk mendesain. Peranti praktik yang harganya ditaksir mencapai Rp 400 juta itu bakal dipenuhi bertahap dengan pengajuan ke pemkab. Duit ratusan juta itu mengkaver keperluan peralatan kelas X hingga XII. ‘’Tidak masalah kalau seandainya yang bisa dipenuhi peralatan kelas X,’’ ujarnya.

Amien mengklaim minim sarpras tidak akan mengganggu kegiatan belajar-mengajar (KBM) ke depannya. Pasalnya siswa kelas X sebatas mempelajari teori. Sedangkan praktik baru dimulai kelas XI.  Pihaknya juga telah menyediakan tenaga pendidik mumpuni yang punya basic seni rupa. ‘’Ke depannya kami bekerjasama dengan Apki (Asosiasi Penyamakan Kulit Indonesia) Magetan,’’ ungkapnya kepada Radar Magetan.

SMK Yosonegoro bakal menggratiskan biaya sejumlah kegiatan untuk angkatan tahun pertama. Di antaranya sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), seragam, biaya pengembangan dan praktik selama setahun. Pengecualian bila ada kunjungan industri atau pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL). ‘’Kebijakan ini diharapkan menjadi magnet para lulusan SMP agar tertarik mendaftar,’’ tuturnya.

Terpisah, Bupati Magetan Suprawoto menyebut kelas desain kulit yang dirintis SMK Yosonegoro adalah pilot project. Bila peminatnya banyak, tidak menutup kemungkinan satuan pendidikan lain membuka kelas serupa. ‘’Semoga bisa menjadi pionir karena sekolah semestinya bisa membaca peluang kerja di masa mendatang,’’ katanya. (bel/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here