Pendidikan Masa Kini di Era Milenial

27

Oleh: Fajar Subkhan, S.T., M.T

Direktur Politeknik Negeri Madiun

ERA milenial atau bisa disebut juga era mobile, era media sosial, era semaunya sendiri/egois dan kurang kerjasama, atau ada juga yang menyebut era micin. Era ini identik dengan karakter anak zaman now, yang lebih mengutamakan dan mempercayai sumber informasi dari media sosial daripada konvensional, lebih percaya informasi interaktif daripada satu arah.

Generasi milenial juga mempengaruhi revolusi pendidikan. Karena mereka menginginkan cara-cara yang pragmatis dan instan, di era ini minat belajar menurun secara drastis. Era ini memaksa pendidikan, khususnya pendidikan tinggi untuk berevolusi menyesuaikan diri dengan kondisi dunia yang berkembang menjadi semakin kompleks.

Dosen dituntut berkreasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai sumber belajar, media belajar, dan proses kegiatan belajar-mengajar. Pengajar di era millenial harus melek IT. Tidak ada alasan masalah dosen muda atau tua, semuanya mempunyai tanggungjawab yang sama. Era millenial bukan menjadi suatu hambatan, namun bagaimana Dosen menyikapi era millenial ini menjadi tantangan kearah kemajuan pendidikan.

Revolusi pendidikan tinggi ditandai dengan berbagai perkembangan media pembelajaran ini seiring dengan adanya kemajuan teknologi yang semakin pesat. Teknologi yang telah dipelajari beberapa tahun lalu telah tergantikan dengan dengan teknologi yang baru masuk, termasuk pembelajaran yang bersifat konvensional. Kita bisa temui berbagai jenis online education, MOOCs (massive open online courses), hingga cyber university, yang telah dikembangkan oleh perguruan tinggi ternama di dunia termasuk telah pula dilakukan oleh beberapa kampus di Indonesia, yang menyediakan berbagai mata kuliah baru seperti big data, data analytics, entrepreneurship dan lain-lain, untuk tujuan membekali lulusan perguruan tinggi dengan pengetahuan dan kemampuan bekerja untuk menghadapi tantangan dunia kerja masa depan

Model pembelajaran yang diberikan dalam teknologi untuk dunia pendidikan dirasa cukup efektif. Pendidikan jarak jauh (distance learning) memberikan banyak pilihan pembelajaran yang dapat dinikmati khalayak umum dengan sangat mudah. Sekarang kita juga tengah merasakan kemudahan belajar hanya dengan mengakses aplikasi digital seperti e-journal, e-library dan sebagainya.

Salah satu model pembelajaran yang telah diterapkan oleh beberapa Perguruan Tinggi adalah model E-learning. E-learning merupakan bentuk model pembelajaran yang difasilitasi dan didukung pemanfaatannya teknologi informasi dan komunikasi. Istilah E-learning lebih tepat ditujukan sebagai usaha untuk membuat sebuah tranformasi proses pembelajaran yang ada di sekolah atau perguruan tinggi ke dalam bentuk digital yang dijembatani teknologi internet.

Daya saing para dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa terus dikembangkan melalui peningkatan literasi pada data, literasi pada teknologi dan literasi pada manusia. Urusan kemanusian menjadi sangat penting dalam menghadapi kompleksitas era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Kemajuan teknologi menandakan majunya pendidikan dan ilmu pengetahuan yang tetap harus memartabatkan manusia, mensejahterakan manusia dan bangsa Indonesia. Peningkatan interaksi dan kohesi sosial harus terjalin lebih baik antar mahasiswa juga dosen dari seluruh disiplin ilmu yang berbeda sehingga mampu meningkatkan keaktifan intelektual yang memicu berbagai ide kreatif, inovatif, kolaboratif dan berjati diri. Diharapkan semakin banyak hasil inovasi yang dilakukan dunia kampus yang diterima oleh industri. (*/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here