Penderita Kencing Manis Bugar dengan Senam Prolanis

39
KESEHATAN: Senam prolanis pertama kali digelar di RSUD Kota Madiun.

MADIUN – Tingginya mobilitas penderita penyakit kronis di lingkup RSUD Kota Madiun menjadi perhatian khusus. Kencing manis dan hipertensi misalnya. Penyakit yang membutuhkan perawatan secara berkala tersebut mulai ditangani dengan program pengelolaan penyakit kronis (prolanis). ’’Itu salah satu kegiatannya senam. Ini baru pertama kali, agendanya sementara satu bulan sekali,” ujar dr Denik Wuryani, kabid pelayanan RSUD Kota Madiun.

Dia menyebut, prolanis ini merupakan program fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Pelaksanaan senam prolanis RSUD Kota Madiun di bawah binaannya ini bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Tidak hanya itu, penyuluhan dan konsultasi juga dilakukan usai senam yang digelar di halaman rumah sakit, Minggu pagi (23/6).

Tercatat, ada 30 orang peserta senam berdurasi 45 menit tersebut. Di antaranya merupakan pasien RSUD dan pasien dari FKTP. Dia menuturkan, rata-rata peserta senam ini berusia 45 hingga 80 tahun. Mereka merupakan penderita kencing manis dan hipertensi. ’’Rata-rata memang usia 30 tahun ke atas,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, senam ini bisa dilakukan secara rutin di rumah dengan durasi minial 30 menit. Namun, lanjut dr Denik, hal ini harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing penderita. Pun, intensitas senam bisa ditingkatkan secara berkala. Yaitu, seminggu dua hingga tiga kali. ’’Kalau belum terbiasa bisa dilakukan seminggu dua hingga tiga kali, atau bisa juga dengan ikut senam lansia, yang penting harus disempatkan olahraga setiap harinya,’’ jelasnya.

Sementara itu, penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup para penderita. Di antaranya, pola diet penderita hipertensi dengan menerapkan 3J. Yaitu jadwal, jumlah, dan jenis. Dia menyebut, pola ini harus dilakukan untuk mengkontrol gula darah dibawah 200. dr Denik mencontohkan, jadwal makan dengan pola 3 kali makanan pokok dan 3 kali makanan selingan dengan jeda 3 jam. ’’Makanan selingan itu sudah dibagi  serta disesuaikan berat badan dan kondisi pasien, jadi sebaiknya memang diterapkan,’’ bebernya

Pun, dia menyebut penderita kencing manis harus menghindari semua jenis gula dan karbohidrat. Sedangkan pencegahan hipertensi tergantung faktor risikonya. ’’Kalau sudah kronis pencegahannya lewat pola hidup sehat, makan yang sesuai dan harus rendah garam,’’ imbuhnya

Dengan digelarnya senam prolanis ini, dr Denik berharap semangat pasien untuk sembuh kian bertambah. Apalagi, mereka bisa sharing tentang pentingnya hidup sehat. ’’Tentunya dengan upaya seperti ini bisa meningkatkan kualitas hidup mereka,’’ pungkasnya. (dya/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here