Ponorogo

Pendapat Berbeda Jadikan Negara Dewasa

PONOROGO – Dewasa ini, peran ulama semakin besar. Di tengah kontenstasi politik yang kian hari kian berisik, setiap ulama harus mampu menjadi peneduhnya. Tugas tidak ringan itu juga diemban Ansor M.Rusydi yang mengetuai majelis ulama Indonesia (MUI) Ponorogo tiga periode berturut sejak 2008 silam.

Sambil bersiap hendak berangkat mengisi pengajian ke Magetan, kakek sembilan cucu ini meluangkan waktu berbincang dengan koran ini. Beliau tinggal di Jalan Syuhada, Ngunut, Babadan, Ponorogo.

Sembari bercerita sesekali dia membuka buku yang tertumpuk di meja ruang tamu. Di tengah asyiknya berbagi, cucunya dari ruang belakang memanggil. Cucu kesembilannya itu lantas duduk manja di pangkuan kakek.

Konstentasi politik yang kian hari kian berisik, diakuinya cukup meresahkan. Berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa di negara yang selama ini sangat menjunjung toleransi ini. Di situasi seperti ini, MUI harus ambil peranan. Meski, gejolak perselisihan tak begitu kentara di Ponorogo. ‘’Kuncinya komunikasi. Kita harus selalu merangkul seluruh tokoh ormas Islam. Bawahnya nanti ikut dengan sendirinya,’’ terangnya.

Sebagai ulama, dia pun berharap masyarakat di Bumi Reyog senantiasa adem ayem. Tidak tersulut dengan santer informasi yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Ukhuwah wathaniyah harus dijunjung tinggi di atas segalanya. Hal itulah yang terus ditanamkannya kepada para tokoh dari 34 ormas Islam di daerah setempat. ‘’Ada yang lebih penting yang harus kita pikirkan bersama, bagaimana menjaga keutuhan NKRI kita tercinta ini,’’ ungkap kakek kelahiran 1943 itu.

Karir Ansor M. Rusydi di MUI tidak diragukan lagi. Dia tercatat telah tiga periode menjabat di MUI sejak 2008 lalu. Awalnya dia tidak menyangka bakal dipercaya menggawangi MUI. Mengingat sejak menjadi pengurus MUI, dia tidak pernah aktif. Sebab, kesibukan mengajar di STAIN (sekarang IAIN, Red) Ponorogo sangat padat. Apalagi dia juga pernah tercatat menjadi ketua STAIN Ponorogo 1998-2002. Saat pergantian pengurus MUI, nama Ansor M. Rusydi mendapat dukungan penuh dari pengurus. Hingga saat pemilihan dia mendapat suara mayoritas dan menjadi ketua. ‘’Tidak menyangka sama sekali,’’ sambungnya.

Menjabat pertama sebagai ketua MUI, Anshor M. Rusydi membutuhkan waktu cukup panjang. Sebab, tantangan paling berat ketika itu, MUI masih belum begitu dikenal masyarakat. Karena itu, dia gencarkan sosialisasi untuk mengenalkan seputar MUI. Termasuk tugas pokok dan fungsinya. Perbedaan pendapat sering terjadi, namun justru itulah yang menjadikan negara ini dewasa. Hingga kini dia terus merangkul seluruh tokoh ormas agar tidak mudah terprovokasi. ‘’Sebenarnya periode kedua saya sudah pamit, tapi ternyata masih dipercaya kembali hingga sekarang,’’ tukasnya. *** (nur wachid/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close