Komplotan Pencuri 3 Ton Besi Rongsokan Kapal Diringkus

188

PACITAN – Dikasih hati minta jantung. Peribahasa tersebut cocok disematkan untuk Kabul Iskandar 36, dan ke-14 rekannya. Para pekerja bongkar kapal itu nekat mencuri besi rongsokan milik pemberi order. ‘’Masing-masing punya tugas berbeda. Ada yang bagian las, ada juga kuli angkut,’’ kata Kasat Reskrim Polres Pacitan AKP Imam Buchori kemarin (25/3).

Aksi panjang tangan itu berawal saat Eko, penguasaha asal Ngawi,  mengorder jasa Kabul, warga Desa Pagerkidul, Sudimoro, dan 14 rekannya untuk membongkar kapal tongkang yang dibelinya. Kapal karam pada 2017 itu tersandar di Pantai Centaan, Dusun Demas, Hadiwarno, Ngadirojo.

Kabul dkk diminta mengambil sisa material besi yang layak dijual kembali. Kabul dan rekan-rekan sejawatnya pun melakukan perintah pengorder. Namun, sebagian material besi diduga mereka curi dan dijual ke penadah. ‘’Satu orang penadah juga kami amankan,’’ ujarnya.

Imam mengungkapkan, pencurian tersebut dilakukan tiga kali. Pertama, Desember 2018 silam. Mulus tanpa ketahuan, tindak kriminal tersebut diulang Januari dan Februari 2019. Dari tiga aksi tersebut, tujuh ton besi dijual Rp 30 juta. Pada aksi keempat, petugas meringkus para pelaku saat menimbang besi  hasil curian mereka. ‘’Kami tangkap Minggu lalu (10/3). Seluruh barang bukti kami amankan,’’ terangnya.

Satu unit truk engkel yang digunakan pelaku mengangkut besi turut disita sebagai barang bukti. Ditaksir, tiga ton besi tersebut laku dijual hingga Rp 12 juta. Sigit Purnomo alias Ipung, warga Sirnoboyo, Pacitan, yang diduga penadah pun ikut diamankan. ‘’Total terdapat 16 tersangka, satu di antaranya kami jerat pasal berbeda,’’ beber Imam.

Untuk Kabul dan 14 tersangka lainnya bakal dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara. Sementara Ipung dijerat pasal 470 KUHP tentang penadahan, penerbitan, dan pencetakan. Ancaman hukumannya maksimal empat tahun. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here