Magetan

Pencemaran Air Bengawan Solo Makin Parah, Warga Jengah

Wadul ke Kecamatan, Minta Dicarikan Solusi

NGAWI, Radar Ngawi – Warga yang tinggal di sekitar aliran Bengawan Solo dibuat jengah. Mereka mulai tidak tahan dengan bau tidak sedap akibat pencemaran sungai tersebut. ‘’Beberapa hari terakhir kondisinya semakin parah,’’ kata Suwandi, salah seorang warga Desa Sambirejo, Mantingan, Kamis (21/11).

Suwandi meyakini bau tidak sedap itu berasal dari limbah pabrik tekstil di wilayah Jawa Tengah. Meski sudah biasa terjadi, kata dia, tingkat pencemaran beberapa hari terakhir termasuk yang paling parah. ‘’Terutama mulai petang sampai setelah magrib, baunya menyengat sekali,’’ ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini, dampak yang ditimbulkan hanya bau tidak sedap. Belum ada warga yang sakit akibat pencemaran itu. Namun, jika pencemaran air sungai itu dibiarkan tidak menutup kemungkinan mengganggu kesehatan. ‘’Paling tidak pernapasan kami sudah terganggu,’’ ungkapnya sembari menyebut memilih mengungsikan anaknya yang tengah hamil karena khawatir kandungannya terpapar pencemaran.

Suwandi mengaku telah melaporkan pencemaran itu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi. Selain itu, menyurati bupati dan DPRD setempat. ‘’Ini (pencemaran, Red) kan lintas daerah, jadi yang menindaklanjuti sesama pemerintah daerah,’’ ujarnya.

Namun, upaya yang dilakukan warga itu masih nihil hasil. Meski demikian, mereka tidak patah arang. Rabu lalu (20/11), sejumlah warga mengadukan lagi masalah tersebut ke pemerintah kecamatan setempat. ‘’Harapannya, segera dicarikan solusi agar warga terbebas dari bau tidak sedap yang mengganggu ini,’’ tutur Suwandi.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Mantingan Putut Yuliarto mengaku sudah menampung pengaduan warga Sambirejo itu. Diakuinya, saat ini ada beberapa desa yang terdampak cukup parah dari pencemaran limbah tersebut. Selain Sambirejo, ada Desa Mantingan, Jatimulyo, dan Pengkol. ‘’Kemungkinan wilayah Sri Wedari dan Karanganyar juga ikut terdampak,’’ sebutnya.

Putut berjanji bakal meneruskan pengaduan warga itu kepada bupati. Pun, dia juga berharap masalah pencemaran sungai itu bisa segera diatasi. ‘’Jangan sampai semakin parah dan mengganggu kesehatan warga,’’ ucapnya. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close