Pacitan

Penangkapan Benur Dilegalkan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Perekonomian nelayan lobster berpotensi membaik. Setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menerbitkan aturan terbaru soal batasan penangkapan serta budi daya benur. Seperti keberadaan nelayan, pengusaha dan eksporter harus berbadan hukum serta terdaftar di KKP.

Plt Kepala Dinas Perikanan Pacitan Sumorohadi mengatakan, untuk kegiatan ekspor benur harus menyertakan surat keterangan asal benur (SKAB) yang diterbitkan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dalam surat keterangan itu harus disertakan pula jumlah benur yang ditransaksikan. ‘’Semuanya harus tercatat dengan jelas. Termasuk jumlah yang dibudidayakan. Sekitar 2 persennya harus dilepasliarkan agar kelangsungan hidup benur tetap terjaga,’’ terangnya Minggu (2/8).

Dengan kata lain, saat ini peran nelayan kecil sebagai penangkap benur. Sedangkan, pengusaha yang membudidayakan benur sisa hasil tangkapan tersebut. ‘’Sampai saat ini belum ada yang mengajukan. Prosesnya baru sebatas pembentukan kelompok sehingga belum ada yang melakukan aktivitas transaksi,’’ ujar Sumorohadi.

Menurutnya, harga benur saat ini sedang bagus. Misalnya benur mutiara dibanderol Rp 25 ribu, sedangkan yang biasa Rp 10 ribu. Sementara, harga lobster mencapai Rp 400 ribu. ‘’Untuk penetapan kuota dan zona penangkapan lobster atau benur merupakan kewenangan KKP,’’ kata mantan camat Punung tersebut. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close