Penambangan Pasir di Kesongo Awalnya Hanya di Pinggir Sungai

96

NGAWI – Aktivitas penambangan pasir di Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Paron, ternyata tidak berlangsung setiap hari. Sejumlah warga setempat hanya mencari pasir saat ada permintaan. Pun, pengerukan pasir awalnya tidak bermodel mengeruk ke dalam-bawah bukit milik Perhutani. ‘’Dulu, orang-orang mencari pasir di pinggiran sungai pas ada banjir,’’ kata Suparno, salah seorang warga, kemarin (24/1).

Dikatakan Suparno, pencarian pasir sampai mengeruk bukit milik Perhutani baru berlangsung kisaran tiga bulan belakangan. Sejumlah pekerja, lanjut dia, mencari pasir saat ada permintaan.

Lalu lalang truk mengambil pasir ke lokasi tambang kerap melalui gang sempit di lingkungan tempat tinggal Suparno. ‘’Warga sini sampai menutup jalan, supaya tidak rusak dilewati truk yang ambil pasir. Setelah itu pindah agak memutar dari gang sebelah,’’ ujarnya.

Suparno mengatakan, nyaris tiap hari truk keluar masuk area tambang kendati akses jalannya terbilang ekstrem. Bekas roda truk sampai ke lokasi tambang sekitar 30 meter dari tempat Suyoko, 52, dan Wagiman, 57, tertimbun tanah longsor. ‘’Nggak tahu jualnya ke mana. Yang jelas, kepada yang sudah memesan lebih dulu,’’ tuturnya.

Suyatno, salah seorang penambang pasir yang selamat, enggan berkomentar banyak kepada siapa pasir dijual. Dia yang saat itu berada satu titik tambang dengan dua rekannya yang menjadi korban mengaku menambang pasir karena urusan perut.

‘’Banyak warga sini yang mencari pasir. Jualnya kepada orang yang butuh,’’ katanya sembari mengamini dulu dirinya dan para penambang lainnya sempat mendapat larangan mencari pasir.

Sementara itu, Kapolsek Paron AKP Widodo menuturkan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tewasnya Suyoko dan Wagiman di lokasi penambangan pasir. ‘’Tetap akan kami selidiki. Apakah ada yang bermain di balik tambang pasir itu,’’ tegasnya.

Sebelumnya, pihak Perum Perhutani Ngawi menampik adanya praktik ’’uang aman’’ terkait aktivitas penambangan tersebut. Pun, mengklaim sudah memberikan sosialisasi dan larangan menambang pasir di lahan milik Perhutani. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here