Pemprov Lepas Tangan, Anggaran Olahraga Bengkak

56

PACITAN – Beban Pemkab Pacitan dalam APBD tahun 2019 makin berat. Itu setelah pembiayaan atlet dipastikan naik. Sebab, Pemprov Jatim lepas tangan terkait urusan biaya atlet daerah yang mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim.

Sebelumnya, pemprov memberikan subsidi kebutuhan keikutsertaan atlet dalam ajang Porprov yang besarnya hingga 50 persen. Tapi, saat ini kebijakan tersebut dihapuskan. ‘’Tiap daerah yang mengikuti porprov harus mandiri. Semuanya ditanggung pemda,’’ kata Ketua KONI Pacitan Sugiharyanto.

Dalam ajang Porprov Jatim V Banyuwangi tahun 2015 lalu, menurutnya Pemkab Pacitan mengeluarkan anggaran Rp 1,5 miliar. Nantinya, pemkab diharuskan menaikkan anggaran tersebut hingga dua kali lipat. Itu jika Bupati Indartato menginginkan atlet konsisten tampil dan berharap perolehan prestasi yang sama. Anggaran tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional, konsumsi, hingga akomodasi. ‘’Mau tidak mau tetap harus dicukupi,’’ ujarnya.

Minimnya pembiayaan atlet, menurutnya, memiliki banyak pengaruh. Tidak hanya prestasi dalam ajang porprov, juga polemik di masing-masing cabang olahraga (cabor). Pasalnya, dengan anggaran yang minim, kemungkinan besar jumlah cabor yang akan diterjunkan bakal terpangkas drastis. Sugiharyanto belum memiliki gambaran jumlah cabor yang bakal terpangkas. ‘’Sebelumnya, sekitar 10-11 cabor (yang ikut), ’’ imbuhnya.

Minimnya pembiayaan atlet, menurutnya, memiliki banyak pengaruh. Tidak hanya prestasi dalam ajang porprov, juga polemik di masing-masing cabor. Pasalnya, dengan anggaran yang minim, kemungkinan besar jumlah cabor yang akan diterjunkan bakal terpangkas drastis. Ia belum memiliki gambaran jumlah cabor yang bakal terpengkas. ‘’Sebelumnya sekitar 10-11 cabor,’’ imbuhnya.

Dia pun mengaku pendanaan untuk di Pacitan mimim. Menurutnya, untuk pembinaan di angka Rp 1 miliar. Perinciannya, Rp 825 juta diberikan ke tiap cabor, Rp 125 juta untuk kebutuhan operasional KONI, Rp 50 juta untuk bonus. Meski begitu, atletnya mampu bersaing. Trennya pun disebutnya meningkat. ‘’Jika pada 2011 di peringkat 30 sekian, sekarang di papan tengah,’’ sebutnya.

Ketua Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemkab Pacitan Endang Sujarsi mengungkapkan kondisi tersebut sudah diketahui oleh bupati Pacitan. Pemkab pun tidak bisa berbuat banyak lantaran kebijakan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Menurutnya, pemkab mulai ambil sikap setelah mendapatkan paparan dari KONI mengenai kebutuhan anggaran atlet yang maju dalam ajang Porprov 2019. ‘’Menunggu pengajuan dari KONI nanti,’’ tuturnya.

Endang menyebut pemkab sudah punya ancang-ancang. Dia tidak mengungkap apakah yang dimaksud pemangkasan cabor yang diterjunkan dalam porprov. Hanya saja, Indartato menginstruksikan untuk dilakukan pembinaan intensif, khususnya pada cabor potensial peraih prestasi. ‘’Kita ada voli, catur, bridge, renang, angkat besi, dan lainnya. Ada lagi yang baru, panahan, Pak Bupati menaruh perhatian,’’ ungkapnya. (odi/c1/rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here