Pemprov Investigasi Sebaran DBD di Wayut, Jiwan

68

MADIUN – Tak ingin kecolongan lagi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun melaporkan temuan kasus demam berdarah dengue (DBD) ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Dinkes Jatim pun telah mengambil sampel ke Desa Wayut, Jiwan. Di sana menjadi wilayah dengan endemik tertinggi. Jumlah warganya yang menderita gigitan nyamuk Aedes aegypti tembus enam penderita. Tahun lalu, pengambilan sampel juga pernah dilakukan di Sambirejo, Jiwan. ‘’Di Wayut, kasus DBD-nya tertinggi. Kami tak ingin ambil risiko,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo kemarin.

Hingga kemarin, 111 kasus DBD tersebar di 14 kecamatan, kecuali Gemarang. Kecamatan Geger tertinggi dengan 18 kasus. Disusul Sawahan 15 kasus dan Pilangkenceng 12 kasus. Tetapi, jumlah penderitanya tidak ada yang melebihi Wayut, Jiwan. ‘’Kami tunggu hasil cek laboratorium dari pemprov. Jika dinyatakan ganas, pencegahan harus lebih intensif,’’ ujarnya.

Sedangkan catatan kasus di Geger, Sawahan, dan Pilangkenceng merupakan rekapitulasi dari puskesmas-puskesmas setempat. Tinggi-rendahnya jumlah penderita DBD di suatu wilayah bergantung sejauh mana pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Juga, siklus cuaca yang sedang berjalan. Dua hal itu menjadi patokan dalam optimalisasi pencegahan. Dinkes menaruh atensi berlebih terhadap wilayah tren tinggi. Seperti Wungu yang tahun lalu mencapai 15 kasus. Jiwan yang bertahan di angka 15 kasus dalam dua tahun terakhir. Serta Sawahan yang melonjak lima kali lipat dibandingkan tahun lalu. ‘’Secara umum (pencegahan) tidak dibeda-bedakan,’’ tutur Agung. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here