Pemkot Tunggu Kontribusi Tahun Kedua Rp 1,25 M

350

MADIUN – Tanggungan pembayaran kontribusi tahun kedua kepada Pemkot Madiun masih dimiliki oleh PT Sri Tanaya Megatama (PT STM). Nilainya sebesar Rp 1,25 miliar. Meski begitu, pihak pengelola Plaza Lawu itu tetap pede memberi kelonggaran bagi sejumlah tenant untuk me-launching usaha mereka kemarin (12/12). ’’Karena kalau kami menunggu pembangunan ini bisa terisi sampai 100 persen, rasanya sulit. Makanya Ramayana ini sebagai pionir. Awal dulu,’’ kata General Manager PT STM Purhandoko.

Pada opening awal, kondisi tenant yang tersedia di Plaza Lawu baru terisi sekitar 50 persen. Dia berharap itu kemudian diisi oleh tenant lain saat grand opening Januari 2019 atau paling tidak sampai dengan pertengahan tahun depan. ’’Harapan kami pada semester pertama 2019 itu bisa full ocupancy,’’ ucap Handoko.

Sedangkan terkait pembayaran kontribusi tahun kedua kepada pemkot, Handoko menyatakan itu merupakan bagian dari komitmen. Oleh sebab itu, pihaknya berusaha memenuhinya. Sebagaimana diketahui, pemberian kontribusi sebesar Rp 1,25 miliar untuk tahun pertama sudah mereka bayarkan kepada pemkot pada 28 Desember 2017 lalu. ’’Pasti ya (kami bayarkan kontribusi ke pemkot, Red),’’ ujarnya.

Selain kewajiban pembayaran kontribusi ke pemkot tiap tahun selama lima tahun, PT STM juga dikenai sharing bagi hasil laba atau profit sebesar 7,5 persen. Karena sistem pengelolaan kerja sama pemanfaatan Plaza Lawu Madiun yang dijalankan oleh PT STM dari Semarang itu adalah menyewakan beberapa tenant. ’’Otomatis nanti ada penghitungan sendiri mengenai formasi bagi hasil di luar kontribusi tetap,’’ terang Handoko.

Di luar itu, mereka juga diwajibkan memenuhi nilai investasi bangunan sebesar Rp 31 miliar. Hanya saja, investasi itu tidak diberikan dalam bentuk tunai. Melainkan diwujudkan dalam bentuk rehab gedung. ’’Kami padukan sejumlah tenant yang bergabung di sini, tidak hanya dari lokal tapi juga nasional biar ada variasinya. Memang kita mix, biar ada nuansa yang berbeda,’’ imbuh Handoko.

Terpisah, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) mengungkapkan ada banyak kontribusi yang bisa didapat oleh pemkot dengan adanya investasi dari PT STM tersebut. Baik berupa pemberian kontribusi tetap setiap tahunnya maupun bagi hasil laba. ’’Dalam perjanjian (kontrak kerja sama), kami juga disiapkan lokasi (stan) untuk (menjual produk) UMKM Kota Madiun,’’ jelasnya.

Tidak hanya itu, PT STM diharapkan mampu memenuhi komitmennya untuk menampung warga Kota Madiun sebagai tenaga kerja dari beberapa tenant yang mereka sewakan. Namun, di sisi lain, SR juga menginginkan masyarakat untuk berperan aktif meramaikan supaya investor nyaman menanamkan modalnya di Kota Madiun. ‘’Hadirnya (Plaza Lawu Madiun, Red) tentu diharapkan bisa memenuhi (ekspektasi) masyarakat,’’ ucap SR.

Sebagaimana diketahui, PT STM diberi wewenang oleh pemkot untuk mengelola tanah seluas 5.785 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 14.870 meter persegi atas kerja sama pemanfaatan Plaza Lawu Madiun. Kerja sama itu berbentuk build operate transfer (BOT) selama 30 tahun. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here