Madiun

Pemkot Madiun Tak Segan Tutup THM Nakal

Risiko Ditanggung Penumpang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Risiko ditanggung penumpang. Begitu tanggapan Wali Kota Madiun Maidi terkait praktik ’’cinta satu malam’’ yang dibongkar Polda Jatim.  Wali kota menganggap manajemen turut bertanggung jawab. Meskipun praktik itu didalangi oknum papi plus mucikari di In Lounge Pub & Karaoke. ‘’Suatu peristiwa itu pasti ada oknumnya. Berarti itu terjadi pembiaran, owner harus bertanggung jawab dan ikut memantau,’’ kata Maidi.

Pemkot masih akan melihat sejauh mana tingkat pelanggarannya. Sanksi terberatnya, THM di Jalan Bali itu bisa dicabut izin operasionalnya. ‘’Mohon maaf, saya kepala daerah sudah mengingatkan sebelumnya,’’ tutur Maidi.

Maidi menegaskan setiap perkara yang memenuhi unsur pidana tergolong pelanggaran berat. Jika kelak perkara ini telah memiliki kekuatan hukum (inkracht), maka klausul pelanggaran secara otomatis menggugurkan perizinan. ‘’Kalau sudah pidana itu berat,’’ sebutnya.

Belakangan diketahui bahwa disbudparpora belum menerbitkan rekomendasi reopening usaha di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) bagi In Lounge Pub & Karaoke. THM itu dinilai belum layak memenuhi syarat protokol kesehatan. Dengan kata lain, berisiko tinggi menjadi sumber persebaran Covid-19. Maidi menarik mundur dua bulan ke belakang, pemkot telah memanggil seluruh elemen pelaku usaha pariwisata untuk rembukan bersama. Saat itu, pemkot telah mewanti agar pelaku usaha mematuhi prosedur dan mekanisme yang telah disepakati. Salah satunya, harus memenuhi protokol kesehatan dan mendapatkan rekomendasi dari Pokja Pendekar Waras atau disbudparpora yang menjadi leading sector-nya. ‘’Kami sudah ajak bicara sebelumnya. Jika ada pelanggaran, risikonya ditanggung penumpang. Itu konsekuensinya ketika menyalahi aturan,’’ tegasnya.

Atas kejadian itu, Maidi merasa prihatin. Di masa serbasulit ini, seharusnya praktik nakal tidak perlu terjadi. Apalagi pemkot telah semaksimal mungkin melakukan pencegahan persebaran Covid-19. ‘’Tidak taat, itu pelanggaran. Juga dapat menyengsarakan orang lain. Pemerintah sudah semaksimal mungkin melakukan penanganan. Kami harap tidak ada lagi kasus seperti itu di Kota Madiun,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close