AdvertorialMadiun

Pemkot Madiun Siapkan Rp 1 Miliar untuk Rapid Test Guru SD-SMP

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Proses kembali masuk sekolah pada saat tahun ajaran baru 2020/2021 telah dipersiapkan pemkot sejak sekarang. Diawali dengan dilakukannya tes cepat terhadap 132 kepala, pengawas, dan guru BK SD-SMP di Kota Madiun.

Kamis (11/6) hasil rapid test tersebut dibeberkan oleh wali kota Maidi. Dia menyatakan seluruhnya nonreaktif. Menurutnya, tes cepat itu merupakan bagian dari pencegahan sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali diberlakukan pada 13 Juli mendatang. “Seluruh guru lainnya juga wajib mengikuti rapid test,” katanya.

Secara keseluruhan ada lebih 1.961 guru SD-SMP yang diharuskan menjalani rapid test. Tapi, pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait jadwal masuk sekolah. Karena ada dua alternatif yang muncul. Yaitu pada 13 Juli 2020 atau 1 Januari 2021. “Apabila sudah ditentukan masuk tanggal berapa, bulan apa ketentuan dari pusat maka sebelum dua minggu masuk sekolah ini ada tiga puskesmas yang akan melakukan rapid test bagi guru. Kalau guru belum rapid, tidak boleh mengajar, tidak boleh masuk sekolah. Ini yang menjadi instruksi wali kota,” tegas Maidi.

Untuk meng-cover kegiatan tes cepat masal guru itu pemkot menyiapkan anggaran sekitar Rp 1 miliar. Bukan hanya sekali tetapi dua kali. “Hal itu sengaja dilakukan sebagai wujud penerapan tatanan kehidupan baru di sektor pendidikan,” ungkapnya.

Maidi juga meminta kepada dinas pendidikan dan sekolah untuk menerapkan protokol kesehatan nantinya. Seperti mewajibkan siswa mengenakan masker di kelas, penerapan physical distancing, dan menyediakan tempat cuci tangan. Dia berharap langkah tersebut bisa menekan penyebaran Covid-19. “Makanya protokol kesehatan tidak boleh dilepaskan dan harus disiplin menjalankannya,” tandasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close