Pemkot Madiun Matangkan Rencana Megaproyek di Tahun 2020

329
MEGAPROYEK: Keberadaan jalan lingkar atau ring road dibutuhkan oleh pemkot untuk mengatasi tingkat kepadatan kendaraan yang masuk ke dalam Kota Madiun.

MADIUN – Sudah lama muncul keinginan Pemkot Madiun membangun jalan ring road timur (JRRT). Sebab, keberadaan ring road tersebut bakal sangat membantu mengatasi kepadatan arus kendaraan yang masuk dan melintas di dalam kota. Apalagi, dalam waktu dekat bakal hadir pula double track di wilayah Kota Madiun.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan pendanaan dari APBN menjadi solusi paling tepat saat ini untuk rencana pembangunan JRRT tersebut. Sebab, jika anggaran pekerjaan fisik jalan itu mengandalkan APBD jelas tidak cukup. Pemkot hanya akan menanggung biaya pembebasan lahan. ’’Tahapan-tahapan itu nanti akan kami masukkan pada tahun anggaran 2020,’’ kata mantan sekda Kota Madiun itu.

Maidi menjelaskan adapun tahapan itu berupa feasibility study (studi kelayakan) dan detail enginering design (DED). Dua item kegiatan itu selanjutnya bakal menjadi syarat yang akan diajukan oleh pemkot ke pemerintah pusat untuk bantuan pendanaan pembangunan. ’’Itu sudah termasuk pembangunan flyover di Jalan Pahlawan,’’ jelasnya.

Dua program pembangunan itu, menurut dia, sudah menjadi bagian dari skala prioritas. Karena itu, Maidi memastikan pihaknya bakal mengupayakan agar program prioritas tersebut bisa terealisasi. Sekalipun kaitannya dengan anggaran pemerintah pusat. ’’Kami berharap ke depannya akses transportasi di Kota Madiun tidak menjadi keluhan masyarakat,’’ ujar Maidi.

Yang jelas, JRRT merupakan bagian dari proyek jangka panjang pemkot. Pembangunannya pun memakan waktu cukup lama. Dimulai dari feasibility study, pengurusan dokumen amdal, pembuatan detail engineering design (DED), serta pembebasan lahan dan konstruksi.

Selain itu, konsep pembangunan JRRT akan menguatkan jalan ring road barat (JRRB). Serta sebagai salah satu solusi memecah kepadatan kendaraan berat seperti bus dan truk. Jalan tersebut rencananya dibangun sepanjang 5 kilometer dengan dua jalur yang mempunyai lebar total 24 meter. Dimulai dari Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Pilangbango dan Kanigoro. Pembangunannya juga akan melewati sebagian wilayah di Kecamatan Taman hingga tembus ke Jalan Raya Madiun-Ponorogo.

Proyek tersebut dirancang untuk pembangunan secara bertahap atau multiyears. Asumsinya pada tahun pertama adalah studi kelayakan. Setelah proses itu rampung, hasilnya kemudian dibawa ke Kementerian PUPR serta bappenas.

Selain itu, pemkot juga sedang mengupayakan pembangunan JRRT tersebut melalui bantuan APBD provinsi. Hanya, estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan megaproyek itu cukup besar. Yakni, sekitar Rp 600 miliar. ‘’Jadi, sifatnya alternatif. Karena RKPD dari pemkot itu nantinya hasil dari breakdown RKP pusat dan provinsi. Disinilah, kami berharap kesulitan (dalam masalah penganggaran) bisa terselesaikan,’’ katanya.

Saat ini, megaproyek itu tengah dirintis dengan pembangunan awal jalan inspeksi Kali Sono sepanjang 1,5 kilometer dan lebar 14 meter. Proyek itu dibagi dalam dua paket dengan total alokasi anggaran sebesar Rp 11 miliar. Di mana paket pertama meliputi pembangunan jalan inspeksi mulai Jalan Tawang Sakti–Kali Teratai Timur sepanjang 800 meter. Lalu, pada paket kedua Jalan Tawang Sari–Tawang Sakti sepanjang 700 meter. (her/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here