Madiun

Pemkot Madiun Intervensi Pemulihan Ekonomi Berbasis Lokal

Dulang Wisatawan, Genjot Produksi Rumahan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Percepatan pemulihan transformasi ekonomi yang sempat dihantam badai korona terus dikebut. Pemkot Madiun melakukan berbagai upaya strategis. Mulai sinergitas lintas organisasi perangkat daerah (OPD) hingga intervensi pemulihan ekonomi berbasis lokal.

Upaya itu diharapkan dapat me-recovery kondisi ekonomi yang secara nasional cukup terpuruk akibat pandemi Covid-19. Di Jawa Timur sebagaimana catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama turun menjadi empat persen dari data sebelumnya di level lima. Kondisi itu diperkirakan terjadi menyeluruh di 38 kota/kabupaten di Jatim. ‘’Pertumbuhan ekonomi sangat terdampak karena pandemi ini,’’ kata Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan setelah memberikan penghargaan kepada wali kota Madiun atas prestasi peringkat III Jatim dalam pelaksanaan sensus penduduk online di Balai Kota Madiun Kamis (23/7).

Meski hasil penghitungan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua belum diketahui, diperkirakan penurunannya tidak jauh dari angka tersebut. Mengingat pandemi di Indonesia dimulai awal triwulan kedua atau Maret lalu. Sejak itu pula pembatasan berbagai aktivitas digencarkan kembali. ‘’Kami sudah menghitung akan dirilis awal Agustus nanti. Yang jelas tidak tumbuh seperti biasa,’’ ujarnya.

Pembatasan aktivitas juga diberlakukan untuk sektor transportasi selama pandemi. Pun dia menilai sektor yang paling terdampak itu menimbulkan multiplier effect. Sehingga berdampak pada sektor lain mulai perdagangan, pariwisata, perhotelan, hingga sektor lainnya. ‘’Dampak sudah pasti, baik menengah ke bawah hingga menengah ke atas,’’ ungkapnya.

Kepala BPS Kota Madiun Umar Sjaifudin menambahkan, laju pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pada 2019 lalu berada di angka 5,69 persen. Untuk triwulan mengacu penghitungan BPS Jatim. Sampel penghitungan itu cukup menjadi gambaran lambannya laju pertumbuhan ekonomi daerah. ‘’Kami tidak menghitung per triwulan. Jadi, sampel dari BPS Jatim,’’ kata Umar.

Wali Kota Madiun Maidi telah membentuk tim pemulihan ekonomi. Tim yang dimaksud terdiri berbagai OPD yang akan bersinergi. Menjalankan peran masing-masing sesuai tugas pokok dan fungsi. ‘’Masalah kesehatan jalan, ekonomi juga harus sehat,’’ tegas Maidi.

Maidi menyebut upaya itu merupakan intervensi pemulihan ekonomi berbasis lokal. Rencana strategis terdekat dengan membangun wisata jalur sepeda 10 km, 15 km, dan 25 km. Jalur tersebut melintas di 27 Kelurahan di Kota Madiun. Sehingga pengunjung nantinya diarahkan berkunjung ke kelurahan-kelurahan. ‘’Tim ekonomi kreatif itu DPUTR membangun jalan, disperkim penerangan, dishub pengatur lalu lintas, DLH bagian kebersihan, disbudparpora bertugas meramaikan,’’ terangnya.

Maidi paham lompatan untuk mendatangkan orang merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi di akar rumput. Melalui jalur wisata sepeda itu, pengunjung akan datang dengan sendirinya. ‘’Minggu ini jalur ditentukan, setelah itu apa yang akan dibenahi,’’ ungkapnya.

Pengunjung yang sudah turun berkunjung ke kelurahan akan mendapatkan stempel. Jika pengunjung telah berkunjung ke lima kelurahan, bukti stempel digunakan bukti untuk naik Madiun Bus on Tour (Mabour) gratis. Selanjutnya pengunjung dapat menjelajahi destinasi wisata kota dengan Mabour. Pemkot bakal menyiapkan 100 unit sepeda. Khusus disewakan Sabtu dan Minggu sementara Senin-Jumat gratis. ‘’Kalau di Surabaya naik bus wisata bayarnya pakai sampah plastik, kalau di sini (Kota Madiun, Red) orang yang berkunjung ke lima kelurahan, stempel itu ditunjukkan,’’ jelasnya.

Sebagai ujung tombak pemulihan ekonomi, pemerintah mendorong pelaku UMKM untuk tetap produktif di rumah. Untuk mencukupi kebutuhan wisatawan yang mengelilingi kota ini.  ‘’UMKM dari rumah, pengunjung akan didatangkan. Inilah konsep pemulihan ekonomi berbasis lokal,’’ sebutnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close