Pemkot Madiun Gali Potensi Wisata Budaya-Religi

49
WISATA RELIGI: makam Kuno Taman menjadi salah satu jujukan wisata Kota Madiun.

SEKTOR pariwisata di Kota Madiun menunjukkan tren yang positif. Jumlah wisatawan di Kota Karismatik setiap tahun meningkat. Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) mencatat ada 411.000  orang. Data itu diketahui dari kunjungan sejumlah hotel di Madiun. ’’Kalau wisata belanja itu sudah satu juta orang,’’ kata Kepala Disparbudpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo kepada Radar Madiun.

Agus mengatakan, Kota Madiun punya potensi wisata budaya dan religi yang  mendongkrak angka kunjungan wisata. Sebagai kota heritage ada 21 cagar budaya yang menanti untuk disahkan wali kota. Usai pengesahan, sesuai rencana pemkot bakal menertibkan lokasi cagar budaya dengan berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. ’’Contoh seperti yang rumah Kapiten Cina itu cuman ada dua di Indonesia. Madiun salah satunya,’’ paparnya.

Di rumah Kapiten Cina itu, kata dia, pemkot bakal menertibkan baliho besar yang  berada di depan kawasan cagar budaya itu. Sementara itu, bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membersihkan area sekitar. Dan satpol PP untuk menertikan pedagang kaki lima (PKL). ‘’Segera tahun ini,’’ ujarnya.

Selain wisata heritage, ada wacana kencang berhembus ketika Agus bersama Wali Kota Madiun Maidi berkunjung ke Jogjakarta beberapa waktu lalu. Keduanya terinspirasi dengan kampung keramik yang terkelola dengan baik. Karena itu, ada wacana membuat wisata minat khusus yang membidik identitas khas Kota Madiun. Yakni, PT INKA, PG Rejo Agung Baru dan jujuk ke sejumlah padepokan perguruan silat di Madiun. ’’Ya jadi, wisata minat khusus. Kalau dari pihak perguruan ada tarifnya kami tidak mempersalahkan,’’ bebernya.

Bukan hanya itu, dalam waktu dekat pemkot juga menggodok wisata religi. Utamanya, dua makam kuno di Madiun. Menggandeng unit usaha kecil mikro menengah (UMKM) di kawasan wisata religi. Berlanjut pada perbaikan sarana prasarana. ’’Biar makam-makam lebih ramai seperti makam sunan atau para wali,’’ paparnya.

Agus lantas memberikan bocoran, di ajang Madiun Tempo Doeloe yang berlangsung pada pertengahan Juli akan dihelat Festival Pencak Silat Nusantara tingkat nasional. Dalam pelaksanaanya tersebut bakal dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga. ’’Insya Allah pak menteri akan datang,’’  ungkapnya.

Permasalahan yang terpenting akan semua rencana itu dapat terwujud adalah perbaikan mindset atau pola pikir. Bahwa, Kota Madiun punya potensi. Pendek kata, seberapa pun potensi yang ada jika dikelola dengan baik berdampak baik terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Madiun. Sektor pariwisata di Kota Madiun menyumbang 8,6 persen dari PDRB dan terus meningkat. ’’Puncaknya Kota Madiun menjadi destinasi wisata bukan kota transit,’’ pungkasnya. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here