AdvertorialMadiun

Pemkot Madiun Bangun Jalur Sepeda Wisata Sepanjang 50 Km

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lajur khusus sepeda yang terbentang di sejumlah jalan protokol bakal ditambah hingga menjadi 50 kilometer. Wali Kota Madiun Maidi menerangkan, rencana itu merespons tingginya animo bersepeda saat ini. Sehingga perlu difasilitasi khusus demi memberikan perlindungan bagi unsur terkecil kendaraan nonmotor tersebut.

Menurutnya, sepanjang 2,8 kilometer total lajur sepeda yang ada, sejauh ini belum dapat mengakomodasi tingginya animo masyarakat. Rencananya dibangun lajur sepeda tambahan dengan total panjang mencapai 50 kilometer. Terbagi dalam rute lajur 10 kilometer, 15 kilometer, dan 25 kilometer. ‘’Ada jarak tempuh untuk rute pendek, menengah, dan panjang,’’ ujar Maidi, Senin (27/7).

Rute lajur sepeda baru itu juga bakal diintegrasikan ke sejumlah destinasi wisata di Kota Madiun. Mulai kawasan pertanian, Peceland, ruang terbuka hijau, objek wisata religi, hingga Sumber Umis dan Pahlawan Street Center. ‘’Saya sudah menyiapkan videotron di Jalan Pahlawan. Nanti disitu akan menampilkan informasi jalur sepeda tadi. Tentu disertai potensi UMKM di dalamnya,’’ katanya.

Seperti diketahui, saat dirinya menjajal jalur sepeda wisata pada Minggu (26/7) lalu ada banyak pelaku UMKM kuliner berbasis rumahan di sejumlah kelurahan wilayah pinggiran kota. Dia berharap para pelaku UMKM itu tetap bisa berjualan biarpun dari rumah saja.

Nantinya, kata dia, pembeli yang akan diintregasikan ke sentra UMKM tersebut melalui jalur wisata sepeda. Sehingga, mereka tinggal menyiapkan produk berikut promosinya. Sehingga, pesepeda yang lewat bisa mampir. ‘’Saya ingin masyarakat Kota Madiun jadi raja di rumah sendiri,’’ ungkap mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Namun, rencana itu bakal dimatangkan lewat kajian mendalam. Setelah itu diusulkan dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) 2020. Jika belum disetujui, pembangunannya bakal direalisasikan pada APBD 2021.

Sementara itu, terkait dengan ramainya pesepeda yang memenuhi jalan, Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rosidi menganjurkan agar mereka tidak melaju berjejer. Serta tidak pindah lajur zig-zag secara mendadak. Sebab hal itu dinilai berisiko. ‘’Tingkat fatalitas sepeda itu tinggi. Untuk manajemen transportasi harus tetap mematuhi keselamatan. Jangan lupa mengenakan helm,’’ tuturnya.

Sepeda berkerumun dalam skala besar juga berisiko di masa pandemi Covid-19 ini. Dishub senantiasa berkoordinasi dengan satpol PP untuk penindakan. ‘’Kerumunan diakibatkan sepeda yang lagi booming akan ditertibkan,’’ ucapnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close