Pemkab Telah Menutup Pendaftaran Relokasi Susulan

84

PONOROGO – Tak ada toleransi lagi bagi pedagang yang masih enggan direlokasi. Pemkab telah menutup pendaftaran relokasi susulan dari eks stasiun ke pasar sementara kemarin. ‘’Sesuai komitmen kami dengan satpol PP, pendaftaran ditutup,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Perdakum Ponorogo Fitri Nurcahyo.

Hingga pendaftaran ditutup pukul 17.00 kemarin, pemkab telah mengunci 260 pedagang untuk direlokasi. Bertambah 80 orang dari rekapitulasi 180 pedagang per Sabtu (26/1). Pintu pendaftaran relokasi susulan itu sendiri telah dibuka sehari pasca penertiban Senin (21/1).

Lantas bagaimanakah nasib ratusan pedagang eks stasiun yang belum mendaftar? Apakah mereka tidak mendapatkan tempat layak sebagaimana pasar yang mereka tempati puluhan tahun silam? Mereka merupakan para pedagang yang masih tercecer di lahan pasca penertiban. Bukan tanpa alasan mereka bertahan, sebab lahan relokasi belum siap ditempati.

Paguyuban Pedagang Pasar Eks Stasiun mengklaim masih terdapat seratusan yang belum terdaftar relokasi susulan. Meski resmi ditutup, pihak paguyuban siap memperjuangkan nasib pedagang yang belum terdaftar tersebut. ‘’Tidak ada kata akhir pendaftaran. Karena mereka mungkin tidak tahu,’’ kata koordinator lapangan pedagang eks stasiun Suwardi.

Suwardi juga menyayangkan belum siapnya lahan relokasi. Hal itu membuat pedagang pilih bertahan pasca penertiban. Apalagi sisa lahan itu dikeluhkan kerap menjadi sawah dadakan saat diguyur hujan. ‘’Kalau informasi terakhir, dari dinas anggarannya sudah habis,’’ ungkapnya.

Untuk kelayakan tempat berjualan, sejatinya pemkab sudah memproses pengurukan. Ada keinginan, pedagang yang datang belakangan tetap mendapatkan fasilitas seperti yang didapatkan mereka yang datang terlebih dulu. ‘’Harapannya, pemerintah juga memperhatikan fasilitas. Sama seperti pedagang lain yang sudah mendapatkan los,’’ tegasnya.

Jika pemkab tidak mampu membangun lantai dan atap, Suwardi mengklaim siap membangunkan tempat layak. Dananya bersumber dari swadaya pedagang yang belum mendapatkan los. ‘’Kalau memang tidak ada dana, kami siap mendukung. Pedagang akan swadaya agar tempat yang dibuat mencari rezeki layak digunakan,’’ sambungnya.

Terlepas permasalahan yang melatarbelakangi, Suwardi berharap pedagang eks stasiun dapat bersatu kembali. Sebab, tegas Suwardi, pedagang kini terpecah dua kubu sehingga rawan diadu domba. ‘’Jangan sampai terpecah, kita satu gerbong. Sama-sama mencari rezeki halal,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here