Pemkab Panen Kritikan, Gandeng Seniman

20

PACITAN – Pemkab Pacitan tidak ingin salah langkah merealisasikan pembangunan tugu Anugrah Parasamya Purnakarya Nugraha (APPN) di perempatan Penceng. Setelah panen kritik, perwakilan seniman pun diundang untuk dimintai masukan. ‘’Sampai saat ini, bentuk tugu belum diterima berbagai pihak. Perlu waktu untuk memunculkan sentuhan seni seperti yang diingingkan masyarakat,’’ kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan Suko Wiyono kemarin (12/4).

Sayangnya hasil pertemuan di Ruang Krida Pembangunan (RKP) pemkab setempat kemarin (12/4) belum membuahkan hasil. Kesepakatan sementara tugu APPN tetap dibangun di perempatan legendaris itu. Sedangkan terkait sentuhan seni tuigu senilai Rp 500 juta itu masih menunggu hasil rembugan perwakilan seniman dengan anggota paguyuban lainnya. ‘’Setelah ini masih akan kumpul lagi. Kapan? Kami masih menunggu,’’ ujarnya.

Suko berharap sentuhan seni di tugu APPN segera disepakati. Pasalnya pembangunan tugu dan ornamen seni jadi satu kesatuan. Artinya, usulan ornamen seni dan pembangunannya tidak bisa menyusul dengan paket pekerjaan lainnya. ‘’Dinas PUPR yang membidangi memberi waktu hingga awal Juni harus sudah klir bentuk yang disepakati,’’ tegasnya.

Sementara perwakilan seniman Pacitan Djohan Perwiranto mengapresiasi pelibatan seniman dalam pembangunan tugu APPN yang ditargetkan rampung 2019 ini. Pasalnya, ini kali pertama. Meski berbentuk tugu APPN, para seniman tetap minta agar ditampikan sentuan seni khas Pacitan yang ikonik.

Meski banyak masukan, sentuhan seni tersebut tidak mengubah bentuk replika penghargaan bergengsi tingkat nasional itu. ‘’Titik beratnya pada fondasi. Kami masih bicarakan dengan teman-teman. Cuma saya pribadi gambarannya seperti relief megah yang detail,’’ imbuhnya.

Apakah ada kethek ogleng, dia belum bisa menjawab. Sebab, Pacitan memiliki kekayaan budaya dan sejarah. Salah satunya sebagai ibu kota prasejarah dunia. Harapannya, tugu tersebut memang dibuat tenaga profesional demi mewujudkan keindahan, kemegahan dan kekhasan Pacitan. ‘’Tergantung pemerintah daerah. Misalkan dilibatkan kami juga selektif. Tidak semua orang, tergantung kapabilitasnya,’’ jelasnya.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono pun mendukung adanya sentuhan seni di Tugu APPN. Untuk itu, dia meminta seniman dan budayan Pacitan dimintai pemikirannya. Termasuk, seniman tingkat nasional asal Pacitan. Di antaranya Sudibyo.

Senada dengan Djohan, Ronny tidak ingin bangunan tersebut dibuat setengah hati. Pasalnya, bangunan tersebut diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat Pacitan. ‘’Jadi kalau orang-orang datang, wah  Pacitan punya tugu seperti itu. Jadi punya kebanggaan dan rasa memiliki,’’ tambahnya.

Dia pun berangan sentuhan seni tidak hanya di fondasi tugu. Secara bertahap juga dibangun sejumlah seni budaya di sekelilingya. Sehingga, menunjukkan kekayaan seni budaya hingga parwisata di Pacitan. ‘’Mungkin yang di utara gambaran Banyu Anget atau Monumen Jenderal Sudirman. Timur  Gunung Limo, Tetagen, dan Baritan. Barat Panta Klayar. Selatan Ratu Kidul atau lainnya. Kalau jadi kan luar biasa. Bisa jadi kebanggaan kita semua,’’ tambahnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here