Pemkab Pagari Eks Stasiun

78

PONOROGO – Pemkab mulai menyeriusi rencana penataan kawasan eks stasiun. Seharusnya, para pedagang yang mendiami kawasan itu mulai pindah ke areal selatan pasar relokasi yang telah dipersiapkan. Untuk memancing boyongan, material-material yang diperlukan sudah didatangkan untuk membangun pagar areal depan eks stasiun. ‘’Bukan hanya sisi depan, tapi belakang dan sekeliling (eks stasiun) akan dipagar,’’ sebut Kepala DLH Sapto Djatmiko, kemarin (1/3).

Sapto mengungkapkan, penataan kawasan eks stasiun melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Selain DLH, ada dinas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP) serta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR). Penataan meliputi revitalisasi saluran di eks stasiun. Sebab, masih sering Jalan Soekarno Hatta tergenang lantaran drainase sekitarnya tersumbat. ‘’Khusus DLH menangani areal depan eks stasiun,’’ kata dia.

Anggaran Rp 190 juta digelontor DLH untuk membangun pagar setinggi 1,8 meter, memanjang hingga 92 meter di sepanjang areal tepi Jalan Soekarno Hatta. Desain pagar menggunakan material besi. Serta, diberi tambahan pot-pot bunga sebagai areal hijau untuk mempercantik jantung ekonomi kedua Bumi Reyog tersebut. ‘’Ada pot-pot juga sebagai taman,’’ sebut Sapto.

Sapto memastikan penataan tidak menyalahi aturan. Sebab, penataan hanya menyentuh aset milik pemkab. ‘’Jelas dong aset milik pemkab (yang dibangun pagar). Di kawasan itu, ada bagian tanah milik pemkab. Untuk sisi depan, pagar yang dibangun sepanjang 92 meter,’’ imbuh mantan kepala disparpora itu.

Pengerjaan proyek penataan areal depan eks stasiun diperkirakan memakan waktu satu bulan. Sebagian material yang diperlukan sudah didatangkan di lokasi alias on site. Dia optimistis pelaksana yang mendapat proyek penunjukan langsung (PL) itu bisa merampungkan pekerjaannya. ‘’Satu bulan waktu pengerjaan kami nilai cukup. Material juga sudah disiapkan oleh pelaksana,’’ tandasnya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here