Ngawi

Pemkab Ngawi Tata Ulang Protokol Kesehatan, Siapkan Sanksi bagi Warga yang Abai

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tren kenaikan kasus positif Covid-19 di Ngawi dalam beberapa hari terakhir disikapi serius pemkab setempat. Bahkan, Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono merasa perlu mengeluarkan surat keputusan (SK) yang mengatur sanksi bagi warga yang abai protokol kesehatan.

Kanang menegaskan, imbauan saja tidak cukup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Buktinya, meski sudah aktif blusukan ke pasar tradisional, industri, maupun desa-desa, jumlah kasus tetap meningkat. ‘’Kalau tidak ada sanksi, disosialisasikan seperti apa pun percuma,’’ ujar Kanang Rabu (1/7).

Dia menyebut, bentuk sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan saat ini sedang disusun. Salah satu opsi yang muncul berupa penyitaan e-KTP. ‘’Setelah sanksinya ditentukan, nanti sosialisasi juga tetap jalan terus,’’ kata orang nomor satu di Ngawi itu.

Ya, dalam kurun waktu 10 hari terakhir ini kasus positif Covid-19 di Ngawi meningkat tajam dari 16 menjadi 26. Terbaru, ditemukan tiga pasien positif di wilayah Mantingan. ‘’Nanti akan kami tata ulang protokol kesehatannya. Bagaimana ketentuan orang takziah, bertamu, punya hajatan, dan sebagainya,’’ ungkap Kanang.

Kanang menambahkan, klaster baru di Mantingan tersebut muncul secara spontan. ‘’Mereka ketemu saudaranya yang jauh, lalu bersalaman dan cipika-cipiki. Itu yang jadi masalah,’’ ujarnya.

Terkait penerapan new normal per 1 Juli kemarin, Kanang menyebut tidak terpengaruh adanya penambahan jumlah kasus tersebut. Kebijakan tatanan kehidupan baru itu atas inisiatif pemerintah pusat yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close