Pemkab Ngawi All Out Hapus Stunting, Dinkes Terapkan Sistem Prioritas

15

NGAWI – Pemkab Ngawi kian gencar menghapus stunting dari Bumi Orek-Orek. Dengan leading sector dinas kesehatan (dinkes) setempat, berbagai langkah telah dilakukan. Pun, membuat perencanaan matang demi menyelesaikan masalah kesehatan tersebut pada 2024.

‘’Penyebab utama stunting adalah kondisi kekurangan gizi kronis, sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia dua tahun yang biasa dikenal sebagai 1.000 hari pertama kehidupan. ’’Jauh-jauh hari sudah kami siapkan penyelesaiannya,’’ kata Plt Kepala Dinkes Ngawi Yudhono.

Yudhono tidak menampik bahwa stunting merupakan masalah kesehatan yang berporos pada asupan gizi. Pun, termasuk daftar masalah kesehatan secara nasional sejak dua tahun belakangan. Karena itu, perlu perencanaan matang dalam menanganinya.

Kendati demikian, sebenarnya Dinkes Ngawi sudah lebih dulu melakukan penanganan terhadap kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek ketimbang lumrahnya itu. ‘’Berbagai program kesehatan dari kami sejak beberapa tahun lalu yang sudah berjalan merupakan langkah penanggulangan stunting. Sekarang tinggal pemantapannya,’’ ungkap Yudhono.

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Ngawi Nugrahaningrum menambahkan, Ngawi masuk lokus stunting di pendampingan 2020. Namun, pihaknya kini tinggal memantapkan komitmen lantaran berbagai program penanganan sudah terlaksana lebih dulu. ‘’Misalnya program Restu Ibu yang di-launching pada 2013 lalu. Tinggal pemantapan saja dan itu sudah kami mulai sejak tahun ini,’’ ujar Ning, sapaan akrab Nugrahaningrum.

Ning menjelaskan, melalui program bertajuk eliminasi stunting, pihaknya bakal menerapkan sistem prioritas (selengkapnya lihat grafis). Tujuannya untuk memetakan kasus mana yang lebih mendesak tanpa mengesampingkan yang lain. ‘’Sudah komplet data-datanya di kami, tinggal menggencarkan eksekusi. Goal-nya, lima tahun ke depan Ngawi bebas dari stunting,’’ tuturnya.

Berdasar penghitungan bulan timbang 2018, terdapat 42 bayi stunting yang masuk klasifikasi prioritas utama. Prioritas itu diberikan lantaran kondisi 42 bayi tersebut masuk kategori stunting sangat tinggi. Pihaknya bakal memberi perhatian khusus dengan pemantapan program yang telah dicanangkan. ‘’Sudah kompleks program-program kami untuk masalah ini. Mulai pencegahan sampai penanganan,’’ ungkapnya.

Diakuinya, pengentasan stunting merupakan hal krusial. Sebab, masalah kesehatan yang satu ini bertalian erat dengan kecerdasan dan tingkat kerentanan terhadap penyakit. Tak cukup dengan pemantapan program-program penanganan yang telah berjalan, pihaknya juga menyiapkan ancang-ancang lain terkait stunting.

‘’Ke depan, program-program berorientasi terhadap penguatan asupan gizi masyarakat. Melalui pemanfaatan muatan lokal desa dengan melibatkan langsung pemberdayaan masyarakat dalam pengentasan stunting. Harus dientaskan bersama-sama ini, ’’ pungkasnya. (den/c1/isd/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here