Pemkab Minta Jembatan Banjarsari 2 Dievaluasi

141

PACITAN – Tidak hanya DPRD dan polres, Pemkab Pacitan pun geram dengan insiden melintirnya jembatan Banjarsari 2. Sebab, selain megakibatkan korban luka-luka, juga berdampak terganggunya akses ekonomi. Padahal, satu di antara tujuh jembatan gantung tersebut dibangun sebagai akses mobilitas warga pascabencana banjir akhir 2017 silam yang merusak infrastruktur tersebut.

Pemkab juga mendesak segera ada tindak lanjut. Baik perbaikan atau pembangunan kembali. Pun tidak ingin dikerjakan asal-asalan. Mulai pengadaan material hingga pengerjaan harus disesuaikan aturan dan kajian teknis yang matang. ‘’Agar tidak terjadi insiden seperti ini lagi,’’ kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Pacitan Joni Maryono kemarin (1/2).

Insiden jembatan Banjarsari 2 juga bakal jadi bahan evaluasi untuk pembangunan jembatan lainnya. Pemkab akan intens berkoordinasi dengan pejabat pembuat komitmen (PPK) pembangunan jembatan gantung Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Wilayah Pacitan. Itu sebagai tanggung jawab pemkab atas kebutuhan akses perekonomian masyarakat. ‘’Kami akan evaluasi jembatan lainnya agar benar-benar bagus dan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang perekonomian masyarakat,’’ ujarnya.

Joni tak menampik pembangunan jembatan Banjarsari 2 merupakan salah satu permintaan Pemkab Pacitan pascabencana banjir akhir 2017 lalu. Enam lainnya jembatan Banjarsari 1, Kedungbendo, Kebon, Tambakrejo, Kembang, dan Kaliatas. Semua dibiayai APBN. ‘’Tahun 2018 ada tujuh jembatan dari pemerintah sebagai bantuan pascabencana banjir 2017,’’ ungkapnya.

Sedangkan 2019 ini, pemkab tidak mengajukan pemintaan pembangunan jembatan gantung. Sebab, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menggelontorkan bantuan Rp 139 miliar. Penggunaannya lebih difokuskan pada pembangunan permukiman warga terdampak bencana. ‘’Kalau masih butuh, tahun depan kami usulkan lagi,’’ tuturnya.

Keberadaan jembatan Banjarsari 2 sangat dibutuhkan warga. Pasalnya, merupakan akses utama menuju Desa Semanten atau ke Pacitan kota di seberang Sungai Grindulu. Tanpa jembatan tersebut, warga harus memutar kurang lebih satu kilometer. ‘’Jembatan ini penting. Harapannya bisa segera dibangun lagi dan bisa segera dilalui,’’ ucap Suwarno, salah seorang warga Banjarsari yang selalu menggunakan jembatan ini menuju tempat kerjanya di Arjosari. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here