Pemkab Magetan Ubah Skema Dana Revitalisasi Pasar

67

MAGETAN – Kegagalan merevitalisasi Pasar Agrobis Plaosan tahun lalu tak menyurutkan Pemkab Magetan. Tahun ini mereka kembali mengalokasikan anggaran sekitar rp 2,7 miliar untuk memperbaiki bangunan pasar yang berada di pinggir Jalan Raya Magetan-Sarangan itu.

Bedanya alokasi anggaran itu bersumber dari APBD 2019. Sementara, pada tahun lalu rencana pembangunan pasar tersebut menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Sayang, proyek itu gagal lelang. ‘’Perbaikan mencakup sisi timur pasar,’’ kata Kasi Sarpras Pasar Disperindag Magetan, Darmadji Senin (27/5).

Selain Pasar Agrobis Plaosan, pihaknya juga memperbaiki dua pasar lainnya. Antara lain, Pasar Takeran dan Pasar Parang misalnya. Untuk Pasar Takeran, pihaknya sudah menyiapkan anggaran perbaikan sekitar Rp 1,75 miliar. Revitalisasi itu melanjutkan program tahun sebelumnya yang sudah menghabiskan dana sebesar Rp 1,5 miliar. ‘’Perbaikan mencakup sisi depan pasar. Yang terdiri dari 25 bidak pedagang, tempat parkir dan kantor,’’ terang Darmadji.

Sedangkan untuk Pasar Parang, kata dia, dana perbaikannya bersumber dari DAK. Alokasinya sekitar Rp 1,54 miliar. Saat ini, perencanaan revitalisasi pasar itu sedang disusun. ‘’Kami berharap perencanannya bisa selesai pekan ini,’’ harapnya.

Dia menjelaskan karena pembangunannya bersumber dari DAK, tentu pelaksanaannya terbatas. Misalnya, dalam aplikasi online monitoring sistem perbendaharaan dan anggaran negara (om span), semua kontrak yang menggunakan DAK harus berakhir pada 23 Juli.

Jika ada kegiatan yang belum melakukan kontrak hingga batas akhir tersebut, DAK yang diusulkan tidak akan bisa dicairkan. Tahun lalu, anggaran sebesar Rp 2,6 miliar yang sedianya untuk revitalisasi Pasar Agrobis Plaosan hangus. Karena lambannya proses pelelangan paket kegiatan itu. ‘’Pelelangan juga butuh waktu,’’ ujarnya.

Mendasar pada perencanaan, Darmadji mengungkapkan ada tanah kosong di sebelah barat Pasar Parang yang memungkinkan untuk dibangun pasar baru. Apalagi, tanah itu merupakan aset daerah. ‘’Tanah kosong itu potensi untuk dibangun lagi,’’ tuturnya.

Menurutnya, tanah itu bisa dibangun kios-kios. Sehingga, para pedagang yang biasa menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan atau los bisa menempati kios baru nantinya. ‘’Sedanng kami matangkan perencanannya,’’ katanya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here