Pemkab Magetan Serius Perangi Lokalisasi Terselubung

112
MELANGGAR ATURAN: Petugas satpol PP saat menggelar razia di warung kopi yang berada di Pasar Sayur Magetan, April lalu.

MAGETAN – Genderang perang untuk memerangi bisnis prostitusi terus ditabuh. Pemkab memastikan akan menutup semua tempat prostitusi atau lokalisasi di Magetan. Hanya, proses itu dilakukan bertahap.

Kasatpol PP Magetan Chanif Tri Wahyudi mengatakan, upaya penertiban warung remang-remang (warem) yang kerap dijadikan tempat praktik prostitusi terselubung bakal ditertibkan berkala. Setelah warem Malang, menyusul warem Madusari di Maospati. ‘’Secara bertahap kami akan memperkecil semua lokasi yang dijadikan praktik esek-esek,’’ katanya Jumat (12/7).

Lokalisasi Madusari sebenarnya sudah ditutup sekitar dua tahun lalu. Tetapi, hasil pemantauan di lapangan ternyata masih hidup. Beberapa warem yang berada di lokasi itu diduga masih menyediakan jasa pekerja seks komersial (PSK). ‘’Saat ini kami masih dalam tahap pengumpulan bukti dan keterangan dari masyarakat sekitar,’’ ujar Chanif.

Selain warem yang berada di kawasan eks lokalisasi Madusari, Chanif menyatakan beberapa kios di pasar produk unggulan (PPU) Maospati juga dibidik. Sebab, petugas sempat mendapati sejumlah wanita tunasusila (WTS) ketika dilakukan razia beberapa waktu lalu. ‘’Kami sangat memanfaatkan informasi dari masyarakat. Jika melihat praktik haram itu segera laporkan,’’ tegasnya.

Lokasi lain yang masuk rencana penertiban adalah deretan warung kopi di Pasar Sayur Magetan. Selain dianggap menyalahi aturan karena beralih fungsi menjadi tempat hiburan karaoke, juga didapati menjual minuman keras (miras). ‘’Tidak ada target waktu. Yang jelas, semakin cepat semakin baik,’’ ungkap Chanif.

Tetapi, sebelum menyasar beberapa lokasi tersebut, Chanif mengaku bakal lebih dulu fokus menata keberadaan bekas bangunan warem Malang. ‘’Akan kami sasar semua. Tapi, satu tempat benar-benar dirampungkan dulu. Dipastikan tidak ada lagi kegiatan prostitusi di sana,’’ terangnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here