Pemkab Magetan Kesulitan Atasi Tambang Liar

83

MAGETAN – Pemkab Magetan seolah sulit mempertahankan kekayaan alamnya kendati dikeruk secara ilegal. Belum lagi dampak aktivitas penambangan galian C yang tanpa kendali itu berpotensi merusak aset-aset vital. Terutama seperti jalan dan jembatan.

Namun, taring pemkab seakan tumpul jika dihadapkan pada penanganan masalah tambang. Karena sesuai UU 23/2014, kewenangan pencabutan izin hingga penertiban tambang di daerah telah diambil alih oleh pemprov. ‘’Sudah jelas sesuai aturan, kami tidak punya wewenang untuk menutup galian C liar tersebut,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Pihaknya mencatat ada 24 aktivitas penambangan galian C di Magetan. Namun demikian, tidak semuanya memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dalam hal menambang. Seperti tidak membayar pajak, belum menyertakan jaminan reklamasi, dan ada yang belum mengantongi izin usaha pertambangan (IUP). ‘’Saya sudah koordinasi dengan dinas lingkungan hidup (DLH) terkait masalah tersebut. Termasuk di antaranya ada laporan banyaknya tambang galian C yang melanggar,’’ ungkap kepala daerah yang akrab disapa Kang Woto itu.

Soal sanksi, pihaknya tidak sampai melakukan penutupan aktivitas penambangan. Namun, sebatas pemblokiran jalan. Karena dampak dari aktivitas penambangan liar itu adalah cepat rusaknya kondisi jalan. Terlebih saat musim hujan. ‘’Sanksi yang bisa kami berikan sebatas penutupan jalan, untuk sanksi lainnya itu hak dari provinsi,‘’ terangnya.

Meksi demikian, Kang Woto tetap memberikan penekanan kepada pengusaha tambang di Magetan agar mematuhi aturan. Selain itu, pemkab bakal melayangkan rekomendasi ke pemprov terkait kegiatan usaha tambang mereka yang tanpa dilengkapi izin. ‘’Saya berharap semua tetap mematuhi peraturan. Meskipun pemkab tidak punya hak untuk menutup tambang galian C liar tersebut,’’ ujarnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here