Pemkab Magetan Kembangkan Kawasan Sport Center

37
KAWASAN: Pemkab Magetan bakal membangun kompleks olahraga di sekitar GOR Ki Mageti dan Stadion Yosonegoro.

MADIUN, Jawa Pos Radar Magetan – Wacana mengubah hutan Jelok sebagai sarana olahraga batal. Bupati Magetan Suprawoto menganulir rencana tersebut. Sekalipun dibukanya ruang terbuka hijau (RTH) itu bertujuan awal sebagai tempat relokasi pasca pembongkaran dua lapangan bola voli dan sepak bola di alun-alun Magetan. ‘’Hutan Jelok biarkan saja, kan sekarang jadi RTH,’’ kata Suprawoto Senin (19/8).

Yang jelas, untuk sementara dia tidak akan merombak fungsi hutan yang terletak di Kelurahan Bulukerto tersebut. Apalagi, sepengetahuannya, dinas lingkungan hidup (DLH) sudah mempunyai program pengembangan RTH tersebut. ‘’Jika dikembalikan menjadi sarana olahraga, bisa mengubah program yang ada,’’ ujar kepala daerah yang akrab disapa Kang Woto tersebut.

Sebaliknya, dia mempunyai rencana untuk menjadikan kawasan GOR Ki Mageti dan Stadion Yosonegoro sebagai kompleks sport center. Di sana nantinya juga bakal dikonsep pembangunan lapangan basket, setelah sarpras olahraga di alun-alun nantinya dibongkar. Sebelum semua itu terealisasi, Perbasi bisa memanfaatkan GOR Ki Mageti sebagai tempat latihan.

Terpenting, Kang Woto meminta masyarakat tidak gusar terkait rencana pemindahan lapangan basket di alun-alun tersebut. Karena pemkab sedang menyusun rencana terkait pengembangan sport center. ‘’Tidak usah khawatir. Olahraga nanti ya di kompleks olahraga, kalau tamasya ya di tempat tamasya. Ada tempatnya semua,’’ ucap mantan sekjen Kementerian Kominfo itu.

Menurutnya, pengelompokan sarpras olahraga dalam satu kompleks itu tentu juga akan memudahkan proses pengelolaannya. Seperti saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab), kegiatan cabor bisa terpusat. Tidak terpencar-pencar. ‘’Jadi, kalau ada event-event olahraga lebih mudah,’’ terang Kang Woto.

Di kompleks Stadion Yosonegoro dan GOR Ki Mageti itu juga sudah terdapat GOR bulu tangkis. Bahkan, di sisi selatan stadion juga sisa lahan kosong milik pemkab yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan sarpras olahraga lainnya. Tentunya dengan konsekuensi pemindahan para pedagang burung yang telah lama mangkal di lokasi tersebut. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here