Pemkab Madiun Kebut Perbaikan Jembatan Bajulan

104

MEJAYAN – Pemkab Madiun mengebut perbaikan Jembatan Bajulan, Saradan, agar bisa dilewati pemudik. Kerja cepat dalam kurun tiga pekan ini dikhawatirkan membuat kualitas konstruksi tidak cukup baik untuk dilewati banyak kendaraan pada H-7 Lebaran. Namun, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) menjamin hal tersebut tidak terjadi. ‘’Kami pantau rekanan dalam bekerja,’’ kata Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Arnowo Widjaja Rabu (8/5).

Arnowo menyatakan, secara matematis rehabilitasi jembatan yang ambutment-nya ambrol akibat dampak banjir itu mustahil selesai Lebaran. Pihaknya telah mengkalkulasi waktu dan beban pekerjaan. Fondasi sisi utara yang ambrol 17 April lalu harus dibongkar dan dibangun baru. Kendati demikian, demi kepentingan orang banyak, infrastruktur yang menghubungkan Madiun–Ngawi itu harus bisa dimanfaatkan. ’’Bagaimana pun caranya diusahakan meski dalam kondisi terbatas,’’ ujarnya.

Menyikapi kondisi tersebut, DPUPR meminta rekanan melakukan kerja cepat dengan menerapkan sistem modernisasi. Meski harus tancap gas, namun harus tetap menekankan pada realisasi pekerjaan yang secara teknis bisa dipertanggungjawabkan. Percepatan dengan memanfaatkan kecanggihan tersebut salah satunya pembetonan dengan memanfaatkan zat adiktif. Bila umumnya proses itu selesai dalam 28 hari, dengan penerapan zat itu bisa dipangkas menjadi hanya 21 hari. ’’Sudah masuk tahap pembetonan dan pembesian,’’ ucapnya.

Arnowo menambahkan, demi memangkas waktu pekerja di-pressure dengan melakukan percepatan. Mereka diminta mengerjakan secara bersamaan pada porsi pekerjaan yang sekiranya bisa dilakukan berbarengan. Contohnya, mengerjakan bagian pengalihan arus dan pembangunan fondasi jembatan. ’’Pekerja bisa mengerjakannya di waktu bersamaan tanpa harus menunggu pengerjaan pengalihan arus selesai dulu,’’ bebernya kepada Radar Caruban.

Kemarin siang, jembatan buatan periode 1980-an akhir putus total karena fondasi yang rusak dibongkar. Dua unit excavator berada di bawah dan atas jembatan. Puluhan pekerja sibuk menata batu sebagai dasar fondasi yang baru. Disinggung sudah sejauh mana persentase progres perbaikan, Arnowo tidak bisa menjawabnya. Alasannya konteks rehabilitasi itu untuk kondisi darurat. Di sisi lain, realisasi pekerjaan yang didanai dari pos belanja tidak terduga (BTT) APBD 2019 itu terus berjalan. Tidak ada patokan pasti menentukan progres dalam pekan tertentu. Sebab, yang menjadi acuan pekerjaan harus bisa dilewati untuk Lebaran. ‘’Kalau biasanya H-10, kami mungkin H-7 Lebaran baru berhenti,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, karena masih belum sempurna, jembatan bisa dilewati untuk kendaraan ringan. Sedangkan kendaraan non-muatan dialihkan lewat jalur lainnya. ’’Demi keamanan, nanti akan ada tenaga petugas yang memantau,’’ pungkasnya. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here