Pemkab Keder Ancaman Mogok Honorer

184

MAGETAN – Ancaman mogok kerja saat ujian nasional yang dilontarkan forum honorer kategori dua (FHK-2) Magetan lumayan jitu. Itu setelah aksi pemasangan spanduk berisi penolakan aturan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 nihil hasil. Setidaknya ancaman dari guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) membuat keder pemkab.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Magetan Suko Winardi hanya bisa menepuk jidatnya atas ancaman tersebut. Pasalnya, pemkab tidak bisa memberi solusi konkret atas permasalahan tenaga honorer tersebut. Apalagi semua aturan rekrutmen CPNS menjadi kewenagan pemerintah pusat. ‘’Apa pun kata pusat, kami ngikut,’’ katanya, Jumat (5/10).

Meski begitu, BKD bakal memfasilitasi para tenaga honorer tersebut. Dia bakal berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena pelaksanaan seleksi CPNS itu kewenangan pusat. Meski pada akhirnya mereka akan menjadi PNS Pemkab Magetan. ‘’Karena urusannya kewenangan, kami tidak bisa berbuat banyak. Hanya bisa mengoordinasikan, tidak lebih,’’ ujarnya.

Suko menyebut sampai saat ini belum ada koordinasi antara pihaknya dengan para tenaga honorer. Pun dia belum tahu jumlah tenaga honorer yang daftar seleksi CPNS tahun ini. Ada jatah 14 kursi untuk eks tenaga honorer. Sedangkan tenaga honorer yang berusia di bawah 35 tahun masih menyisakan 29 orang. ‘’Belum kami verifikasi, jadi belum tahu berapa yang mendaftar,’’ tuturnya.

Syarat usia, lanjut Suko, tidak bisa ditabrak. Itu sesuai amanat UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Aturan itu pun diperkuat dua Permen PAN-RB. Yakni, Permen PAN-RB 36/2018 tentang Kriteria Penetapan Kebutuhan PNS dan Pelaksanaan Seleksi CPNS serta Permen PAN-RB 37/2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018.

Suko mengimbau para tenaga honorer tidak mogok kerja. Apalagi saat ujian nasional. Itu bakal berdampak serius. Mengingat peran GTT-PTT tidak bisa dipandang sebelah mata dalam kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah. Apalagi jumlahnya mereka hampir 2.000 orang di Kabupaten Magetan. ‘’Harapan kami, jangan mogok. Pasti ada solusi,’’ pintanya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here