Pemkab Hidupkan Kembali Taman Bunga Sarangsari

45

MAGETAN – Keinginan Pemkab Magetan merevitalisasi Taman Bunga Sarangsari kembali mengapung. Wacana itu muncul setelah Bupati Suprawoto menyampaikan usulan itu saat rapat kerja (raker) dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Bakorwil I Madiun pada Kamis (28/3) lalu.

Hasilnya, mantan menteri sosial (mensos) itu mendukung langkah pemkab tersebut. Bahkan, pemprov akan berupaya membantu mewujudkan harapan itu. Apalagi, keberadaan Taman Bunga Sarangsari itu berfungsi sebagai sentra wisata berbasis bunga. ‘’Ini akan menjadi harapan destinasi baru bagi pariwisata Magetan,’’ kata Khofifah.

Yang jelas, dia menyebut usulan itu sangat konstruktif dan produktif. Meskipun masukan dari pemkab tersebut bukan disampaikan saat musrenbang. Namun, Khofifah menyatakan semua masukan, usulan dan pendapat dari pemkab tersebut akan menjadi aspek strategis bagi pemprov. ‘’Setidaknya bisa memberikan pengayaan pada RPJMD lima tahun ke depan bagi pemprov,’’ ungkapnya.

Respon positif dari provinsi itu kemudian ditindaklanjuti oleh Suprawoto. Kemarin (29/3) misalnya, dia bersama dengan pejabat dinas tanaman pangan hortikultura perkebunan dan ketahanan pangan (DTPHPKP), dinas pertanian serta dinas lingkungan hidup (DLH) langsung menggelar rapat koordinasi membahas rencana merevitalisasi kembali Taman Bunga Sarangsari.

Kang Woto –sapaan akrab Suprawoto– menerangkan, sejak dulu Taman Bunga Sarangsari merupakan bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau (RTH). Karena fungsinya dianggap sudah pas, pemkab berencana merevitalisasi taman tersebut sebagai sentra wisata baru berbasis bunga. ‘’Keberadaan taman bunga itu nantinya bisa membawa sebuah keuntungan bagi petani bunga dan pemkab. Karena diprediksi bisa menjadi destinasi wisata baru bagi wisatawan yang datang ke Magetan selain Telaga Sarangan,’’ terang Kang Woto.

Sebelum dibahas kembali tahun ini, rencana merevitalisasi Taman Bunga Sarangsari itu sebenarnya sudah sempat muncul pada 2017. Bahkan, pemkab telah menyediakan lahan seluas 9.000 meter persegi di Dukuh Kandenan, Plaosan serta anggaran sekitar Rp 1,7 miliar untuk mengembangkan sentra wisata berbasis bunga tersebut.

Namun karena adalah tertentu rencana itu urung terealisasi. Anggaran yang sudah terploting seketika digeser perencanaannya untuk pembangunan lahan parkir di sekitar Pasar Agrowisata.

Kendati demikian, Kepala DTPHPKP Magetan Eddy Suseno mengaku sudah mengevaluasi persoalan tersebut. Sebaliknya, kini pemkab bakal fokus pada perencanaan kembali penataan Taman Bunga Sarangsari. ‘’Ke depan, selain kami tanami bunga juga akan ada penambahan wahana bermain lokal untuk memperindah taman,’’ papar Eddy saat menjelaskan konsep revitalisasi Taman Bunga Sarangsari.

Hanya, dia mengaku saat ini prosesnya baru sebatas tahap awal pembahasan. Setelah itu selanjutnya dilakukan kajian. Dari hasil kajian tersebut kemudian dijadikan dasar sebagai perencanaan revitalisasi. Termasuk dalam hal mengatur arus lalu lintas di sekitar taman tersebut. ‘’Yang pertama kami fokus pada penataan arus lalu lintasnya dulu,’’ katanya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here