Pemkab Desak BBPJN VIII Segera Perbaiki Jembatan

41

PACITAN – Pemkab Pacitan tersengat desakan DPRD setempat. Mereka pun berencana segera koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (BBPJN) VIII wilayah Pacitan dalam waktu dekat. Itu demi percepatan pembangunan jembatan Banjarasari 2 yang melintir dan akhirnya putus. ‘’Kami akan segera komunikasikan,’’ kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Pacitan Joni Maryono kemarin (29/3).

Terkait kemungkinan pemindahan lokasi jembatan gantung penghubung Desa Banjarsari dan Semanten itu, dia bakal menghitung ulang bersama BBPJN. Apakah pemindahan lokasi jembatan bakal berdampak pada efisiensi waktu atau tidak. Pasalnya, jika harus relokasi pemkab harus menyiapkan lahan. Sehingga, perlu inventarisasi  dan pengganggaran. ‘’Penganggarannya harus mitati lagi,’’ bebernya.

Joni memperkirakan jika opsi relokasi dipilih justru bakal menyita waktu lama. Pasalnya, menunggu penganggaran minimal dalam Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) perubahan 2019. ‘’Jika lokasinya tetap, tinggal menunggu pembongkaran dan lelang,’’ jelasnya.

Meski begitu pihaknya memilih pasrah atas hasil koordinasi dengan BBPJN VIII Pacitan nanti. Jemput bola tersebut dilakukan untuk menjawab desakan warga Desa Banjarsari, Semanten dan desa lainnya agar akses jalur utamanya bisa kembali dilalui. ‘’Semoga bisa segera diselesaikan. Syukur-syukur tahun ini,’’ tambahnya.

Joni mewanti-wanti pembangunan ulang jembatan Banjarsari 2 tidak dikerjakan asal-asalan atau sekadar mengejar waktu. Joni tidak ingin insiden melintirnya jembatan kembali terjadi. Terlebih jika kerusakan lebih parah dan muncul korban jiwa. Jika kejadian yang sama terulang, diperkirakan jembatan berikutnya sekadar pajangan. ‘’Mereka trauma melintasi jembatan tersebut karena kejadian sebelumnya,’’ bebernya.

Pihaknya juga bakal membicarakan nasib jembatan Kedungbendo, Arjaosari, yang saat ini dimangkrakkan. Jembatan ini sepaket dengan proyek jembatan Banjarsari 2. Pihaknya berharap jembatan tersebut segera bisa diperbaiki agar bisa difungsikan kembali. ‘’Kalau dirasa membahayakan sebaiknya dibongkar sekalian,’’ jelasnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here