Pemkab Belum Tanggapi Surat PT KAI soal Penataan Kawasan Eks Stasiun

114

PONOROGO  – Pemkab belum memberikan tanggapan atas surat yang dilayangkan PT KAI. Juga, tidak ada tanda rencana penataan kawasan eks stasiun bakal berhenti. Usai penertiban bangunan tak mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) Januari lalu, pemkab berencana merevitalisasi pendangkalan drainase di seputaran Soekarno Hatta.

Kemarin (4/2) Radar Ponorogo mencoba mengonfirmasi Sekda Agus Pramono. Namun, mantan kepala Bakesbangpol Kabupaten Madiun itu mengalihkan konfirmasi kepada Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Endang Retno Wulandari. ‘’Saya sedang rapat di Jakarta. Langsung saja ke Bu Retno,’’ katanya melalui telepon kemarin sore (4/2). Sempat coba dikonfirmasi, tidak ada jawaban dari Retno.

Bungkamnya kedua pejabat menimbulkan tanda tanya. Sebab, terungkap bahwa PT KAI diam-diam menyurati pemkab terkait penertiban eks stasiun. Dalam surat yang beredar luas di media sosial tersebut, BUMN perkeretaapian itu meminta pemkab tidak melangkah melampaui kewenangannya di eks stasiun. ‘’Maksudnya, ini (pengelolaan lahan eks stasiun, Red) kan antara PT KAI dan penyewa (PT Sakur Agung Perkasa, Red). Kalau ke depan penyewa ingin ada transaksi jual beli lagi serta mendirikan bangunan tidak permanen, tidak salah. Kan tidak melanggar IMB,’’ ujar Manajer Humas PT KAI Daop VII Madiun Ixdan Hendriwintoko.

Dan, di tengah polemik itu, sebagian pedagang masih bertahan di eks stasiun. Kasatpol PP Supriyadi mengatakan, dari 681 pedagang, baru 260 di antaranya yang sudah mendapat tempat di pasar sementara. Sisanya telah bersedia boyongan menyusul ribuan pedagang lain ke lahan bekas RSUD itu. Namun, kepindahan mereka menunggu siapnya areal relokasi di selatan los 4. ‘’Perkembangan terakhir, informasi dari disperdakum, hari ini (kemarin, Red) kemungkinan akan diselesaikan merabat areal selatan los 4,’’ tuturnya.

Jika kemarin rampung, lanjut Supriyadi, maka butuh waktu paling lama dua hari untuk pengeringan. Setelah itu, pedagang mulai bisa mempersiapkan boyongan. ‘’Setelah kering, pedagang bisa membagi tempat berjualan dan melakukan persiapan-persiapan. Target tetap 7 Februari menjadi batas akhir relokasi sisa pedagang di eks stasiun ke pasar sementara,’’ tegas Supriyadi. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here