Pemindahan Puskesmas Sine Jadi Sorotan, Komisi II Panggil Sejumlah OPD

22
SAMAKAN PERSEPSI: Suasana rapat dengar pendapat antara komisi II dengan sejumlah OPD di ruang banmus DPRD Ngawi.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sejumlah permasalahan dinas kesehatan (dinkes) menjadi sorotan kalangan dewan. Salah satunya terkait rencana pengadaan lahan untuk lokasi baru Puskesmas Sine.

‘’Dulu ada rencana puskesmas itu mau dipindah. Tapi, sejauh mana perkembangannya kami kurang paham,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto usai rapat dengar pendapat (RDP) dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Senin (7/10).

Menurut dia, informasi yang beredar, pemkab berencana memindahkan Puskesmas Sine karena lahan yang ditempati saat ini merupakan tanah milik warga. Pun, Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan  (Bapelitbang) Ngawi menyebut anggaran untuk pengadaan lahan itu sudah masuk dalam rancangan APBD Ngawi 2020.

‘’Katanya sudah dianggarkan tahun depan, sekitar Rp 2,6 miliar,’’ ungkapnya sembari menyebut pihaknya kemarin juga menanyakan pelaksanaan BPJS Kesehatan di RSUD dr Soeroto.

Permasalahan lain yang menjadi sorotan dewan kemarin adalah penanganan kasus dugaan korupsi anggaran lahan pengganti sekolah di Mantingan. Siswanto mengaku sampai sekarang pihaknya belum mengetahui sejauh mana progresnya. ‘’Pasti semua berharap masalah itu segera selesai,’’ ujarnya.

Setelah mendapatkan penjelasan dari OPD terkait, komisinya akan turun ke lapangan untuk mendengarkan informasi langsung dari para pihak yang berkaitan. Baik Puskesmas Sine, RSUD dr Soeroto, maupun SMPN 1 Mantingan.

Selain membahas masalah tersebut, komisi I kemarin meminta semua dinas yang diundang segera menyampaikan progres kegiatan masing-masing. ‘’Ini kan sudah masuk triwulan terakhir. Kami minta realisasi fisik kegiatan sekalian untuk evaluasi,’’ tuturnya.

Selain dindik dan dinkes, OPD yang diundang RDP dengan komisi II kemarin adalah dinas pertanian, dinas pangan dan perikanan, dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB, dinas sosial, serta RSUD dr Soeroto. ‘’Jangan fobia dengan anggota dewan, karena tugas kami kan memang mengawasi dan mengawal kegiatan OPD,’’ ucapnya. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here