Peminat MOW dan MOP Tinggi

35
BAKTI SOSIAL: DPPKBPPPA menyediakan pelayanan KB MOW dan MOP dalam rangka memperingati Harganas ke-26, Sabtu lalu (13/7).

MAGETAN – Berbagai strategi dilakukan oleh DPPKBPPPA dalam mengendalikan laju pertumbuhan penduduk di Magetan. Salah satunya lewat program pelayanan KB berupa medis operasi pria (MOP) dan wanita (MOW).

Kegiatan sosial yang digelar Sabtu lalu (13/7) itu diikuti oleh 307 peserta MOW dan 27 peserta MOP. ‘’Peserta berasal dari seluruh kecamatan. Dan, gratis,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto.

Dia menjelaskan, dengan mengikuti program MOW dan MOP banyak manfaat yang bisa didapat. Seperti meningkatkan prevalensi metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dalam rangka menurunkan total fertility rate (TFR). Di mana setelah mempunyai dua anak, seorang istri tidak lagi dihantui suntik KB ulang, minum pil setiap hari, dan tidak takut hamil. ‘’Sehingga, seorang istri memiliki banyak waktu luang untuk mendidik anak dan mebantu peran ekonomi keluarga,’’ jelas bupati yang akrab disapa Kang Woto itu.

Plt Kepala DPPKBPPPA Magetan drh Kustini mengaku peminat metode KB MOW dan MOP memang terbilang tinggi. Bahkan, melebihi target yang ditetapkan. Menurutnya, hal ini tak lepas dari peran para penyuluh KB, kades PPKBD, dan sub PPKBD.

Karena mereka dinilai berhasil dalam menyosialisasikan program KB dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait keuntungan ikut KB. ‘’Setelah terdaftar, diseleksi dulu melalui penapisan awal. Seperti tensi tinggi, diabetes, sakit asam lambung, dan bertepatan menstruasi,’’ terang Kustini.

Diakuinya, banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Di antaranya dari tim medis BKKBN Jatim, pihak RSUD dr Sayidiman yang telah menyediakan ruang operasi, juga paramedis pendamping dari Kodim 0804 Magetan. (bel/c1/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here