Pemilu 2019: Tujuh Relawan Demokrasi Terganjal Administrasi

81

PACITAN – Tujuh peserta seleksi relawan demokrasi gugur sebelum bertempur. Mereka terganjal persyaratan administrasi. Sebagian besar lantaran tidak melampirkan ijazah, fotokopi SIM, atau pasfoto. ‘’Kami gugurkan di seleksi administrasi,’’ kata Komisioner Divisi Keuangan Umum dan Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan Sulistyorini.

Sejak dibuka 13 Januari lalu, jumlah pendaftar mencapai 82 orang. Setelah proses seleksi administrasi, hanya menyisakan 74 peserta. Hingga berita ini dihimpun, para peserta masih menjalani seleksi wawancara. Hasil seleksi akan diumumkan hari ini (17/1). ‘’Kami membuka lowongan untuk 55 orang relawan,’’ ujar Rini.

Sebanyak 55 relawan tersebut berasal dari 10 segmen. Di antaranya pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, komunitas, keagamaan, dan lainnya. Mereka bakal memberikan informasi penyelenggaraan pemilu di segmen masing-masing. ‘’Sedangkan masa tugas mereka tiga bulan hingga pelaksanaan pemilu. Mulai 17 Januari hingga 17 April,’’ bebernya.

Rini menambahkan, masing-masing relawan demokrasi masih akan menjalani pembinaan di KPU Pacitan. Terutama mengenai mekanisme dan pendidikan Pemilu 2019. Harapannya, dengan keberadaan relawan ini penggunaan hak pilih bisa disampaikan dengan benar. Selain itu, kesadaran menggunakan hak pilih meningkat. ‘’Sehingga angka golput bisa ditekan,’’ tuturnya.

Nurkholis, salah seorang peserta, tertarik mengikuti seleksi relawan demokrasi lantaran berbagai alasan. Dia miris dengan banyaknya warga yang tidak menggunakan hak pilihnya saat pemungutan suara. Dia tergabung dalam komunitas kepemudaan di desanya. Kesempatan tersebut pun dimanfaatkan. ‘’Aneh kalau melihat anak sekarang yang bangga tidak nyoblos. Makanya saya ingin mengurangi itu, apalagi ini juga diupah,’’ katanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here