Pemilu 2019: Pemilih Pindahan Capai 5 Ribu Orang

85

NGAWI – Pemilih pindahan menjadi isu krusial pada Pemilu 2019. Karena jumlah pemilih yang masuk kategori tersebut cukup tinggi. KPU Ngawi mencatat ada sekitar 5 ribu pemilih pindahan saat ini. ‘’Datanya masih belum final, tapi kemungkinan terus bertambah,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni kemarin (31/1).

Banyaknya pemilih pindahan itu dipengaruhi beberapa faktor. Bisa karena pekerjaan dan pendidikan. Di Ngawi, pemilih pindahan banyak terdapat di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Putri. ‘’Yang di Mantingan ada sekitar tiga ribu pemilih dan di Karangbanyu sekitar seribu pemilih. Itu belum ponpes kecil lainnya,’’ ujar pria yang akrab disapa Toni tersebut.

Pemilih pindahan dalam hal ini merupakan pemilih yang telah terdaftar di DPT salah satu daerah tapi menggunakan hak pilih di daerah lain karena alasan tertentu. Pada pemilu kali ini mereka masih memiliki hak pilih. Asalkan, punya KTP elektronik. Namun, hak tersebut berkurang. ‘’Nanti setelah mendata dan diketahui jumlahnya akan kami plenokan. Kalau syaratnya lengkap bisa kami terbitkan formulir A5 agar mereka bisa memilih,’’ terangnya.

Toni mengatakan batas waktu untuk mengurus pindah memilih hanya sampai 17 Februari. Hal itu dilakukan agar memudahkan KPU menyiapkan kebutuhan logistik surat suara. ‘’Kalau sedikit tidak masalah, tapi kalau banyak kan perlu disiapkan sejak awal,’’ tuturnya.

Dengan demikian, tak menutup kemungkinan jumlah TPS yang ada saat ini bakal ditambah. Perkiraannya mencapai 20 TPS. Sementara, saat ini jumlah TPS di Ngawi sekitar 2.760 titik. ‘’Di Gontor Putri kan jumlah (pemilih pindahan) cukup banyak. Sehingga, perlu ada TPS baru sekitar 14 TPS di sana,’’ tandas Toni. (tif/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here