PEMILU 2019: Nyoblos Dulu Piknik Kemudian

43

PACITAN – Berpredikat sebagai kota wisata, Pacitan jadi magnet pelancong saat liburan. Tak terkecuali pada 17 April mendatang. Atau hari H coblosan Pemilu 2019 yang ditetapkan pemerintah sebagi libur nasional. Sehingga, diprediksi tak sedikit warga yang bakal menghabiskan waktu ke Pacitan. ‘’Semoga warga nybolos dulu sebelum piknik,’’ harap Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan Sittah Annangimah kemarin (1/4)

Sittah mengungkapkan para pemilik hak pilih yang berlibur di Pacitan saat hari coblosan tak dapat dilayani di tempat pemungutan suara (TPS) terdekat dengan tempat wisata. Pasalnya, mereka bukan termasuk warga yang berhak mendapat surat pindah memilih lantaran kendala tertentu. Beda dengan warga atau para pelajar yang menempuh studi di luar daerah. ‘’Tanggal merah bukan berarti untuk pelesir tapi memudahkan warga agar bisa mencoblos,’’ ujarnya.

Dia tak memungkiri, tanggal merah berpeluang dijadikan kesempatan warga waktu berlibur. Namun, dia berharap mereka sudi menggunakan hal pilihnya sebelum pergi melancong. Pasalnya, berkaca dari simulasi yang digelar beberapa waktu lalu, proses coblosan hanya sekitar lima menit di bilik suara. ‘’Jangan sampai golput. Sebab, pesta demokrasi ini lima tahun sekali,’’ jelasnya.

Sementara itu, setelah sempat ditutup, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu, lalu proses pengajuan pindah memilih kembali diperpanjang hingga 10 April mendatang. Sittah berharap kesempatan itu dimanfaatkan luar daerah yang ke Pacitan untuk keperluan tertentu atau sebaliknya untuk mengurus pindah memilih. Ini juga demi menekan angka golput. ‘’Kalau warga Pacitan condong banyak yang merantau,’’ ungkap Sittah

Dia menambahkan tak seluruh warga dapat dilayani pindah memilih. Surat tersebut hanya untuk mereka yang mendesak dan tak bisa pulang saat hari coblosan. Seperti, sedang menempuh pendidikan, sakit, terdampak bencana hingga berhadapan dengan hukum atau warga binaan. Di Pacitan, warga yang mengajukan pindah memilih tergolong minim. Rata-rata di setiap TPS terdapat satu atau dua warga yang mengajukan dokumen tersebut. ‘’Diprediksi tak ada TPS padat, semua kartu suara bakal cukup,’’ pungkasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here