Nihil, Kampanye Rapat Terbuka di Pacitan

41

PACITAN – Masa kampanye terbuka Pemilu 2019 tinggal lima hari. Namun, tak satu pun peserta pemilu menggelar rapat umum di Pacitan. Padahal tahapan tersebut dibuka sejak 24 Maret hingga 13 April mendatang. ‘’Sampai saat ini belum ada kampanye terbuka atau rapat umum,’’ kata Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pacitan Berty Stevanus kemarin (9/4).

Berty mengungkapkan tak ada koordinasi dengan pihaknya. Pun surat tanda terima pemberitahun (STTP) dari polres sebagai syarat menggelar kampanye terbuka juga tak ada yang masuk. Baik tingkat kabupaten maupun kecamatan. Bahkan alun-alun Pacitan juga tak ada yang memanfaatkan. ‘’Padahal, berdasarkan surat keputusan KPU alun-alun boleh digunakan kampanye,’’ terang Berty.

Berty menduga kontestan pemilu menganggap kampanye terbuka atau rapat umum kurang efektif. Hasil survei, juga menyebut kampanye terbuka hanya berpengaruh 10 hingga 20 persen terhadap hasil pemilu. Para peserta pemilu lebih senang dari rumah ke rumah dan tempat umum untuk menarik simpati. ‘’Mereka menilai cara itu lebih mengena,’’ jelas Berty.

Namun, lanjut dia,  banyak rapat tertutup dan terbatas yang dilakukan para calon legislatif (caleg). Pun beberapa peserta pemilu sempat menggelar bazar murah berbonus stiker kampanye. Meski tak dilarang, kegiatan tersebut tetap jadi perhatian pihaknya. Sebab, rawan money politics. ‘’Boleh bazar murah plus stiker, asal bukan gratis. Kalau gratis jelas pelanggaran,’’ paparnya.

Dia menambahkan kampanye tertutup lebih rawan politik uang ketimbang terbuka. Minimnya warga yang datang serta lokasi yang eksklusif membuat money politics rawan terjadi. Tak hanya dari peserta pemilu, tak warga yang datang turut mengharapkan imbalan. ‘’Karena itu terus kami awasi saat ada rapat tertutup atau terbatas,’’ tegasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here