PEMILU 2019: Disabilitas Bisa Diganti dengan Pendamping Pemilih

16

MAGETAN – Fasilitas yang diberikan bagi pemilih tuna netra terbatas. KPU Magetan hanya menyediakan template surat suara untuk pemilihan anggota DPD dan presiden. Sedangkan, untuk template surat suara pemilihan anggota DPR RI, DPRD provinsi serta DPRD kabupaten tak tersedia. ‘’Mereka bisa tetap memilih. Tapi dengan didampingi oleh pendamping pemilih,’’ kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Magetan, Edi Wiyono kemarin (11/4).

Menurut Edi, dengan adanya pendamping itu tentunya bisa memudahkan pemilih tuna netra dalam menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) nanti. Karena perannya terbilang sentral, Edi menyatakan pendamping pemilih tuna netra itu harus bisa menjaga independensinya. ‘’Tidak sembarang orang bisa menjadi pendamping pemilih,’’ ujarnya.

Untuk menjadi pendamping pemilih ada beberapa persyaratan yang harus dicukupi. Seperti wajib mengisi surat pernyataan yang isinya tidak akan menyampaikan pilihan pemilih tuna netra tersebut kepada orang lain. ‘’Pendamping pemilih bisa dari petugas KPU yang berada di TPS atau orang yang ditunjuk oleh pemilih sendiri,’’ jelasnya.

Terkait persoalan ini, kata Edi, KPU sebelumnya sudah menyosialisasikannya kepada pemilih disabilitas. Pihaknya juga menggandeng relawan demokrasi untuk mengampanyekan soal pendamping pemilih tersebut. ‘’Sebenarnya ini tidak jauh berbeda saat pelaksanaan pilkada 2018 lalu,’’ ujarnya.

Dia menambahkan keberadaan pendamping pemilih itu tidak hanya diberlakukan pada pemilih tuna netra. Namun, juga bagi mereka yang mengalami cacat fisik. Dengan harapan, pemilih kategori itu bisa tetap memberikan suaranya pada 17 April mendatang. ‘’Biasanya, pendamping pemilih itu datang dari kalangan keluarga pemilih karena sudah mendapatkan kepercayaan,’’ ungkap Edi.

Berbeda halnya dengan pemilih disabilitas. Edi mengatakan mereka tidak akan mendapatkan perlakuan khusus seperti halnya pemilih tuna netra maupun mereka yang mengalami cacat fisik. Meski begitu, pihaknya tetap memberikan perhatian bagi pemilih disabilitas.

Misalnya, apabila mereka kesulitan berjalan ke TPS di antarkan oleh relawan demokrasi. Setelah itu, petugas KPU bisa memberikan pendampingan dengan menuntunnya sampai ke bilik suara. Begitu juga saat memasukkan surat suara dalam kotak suara akan dibantu oleh petugas KPPS. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here