Pemilu 2019: Bawaslu Waspadai Serangan Fajar

40

MAGETAN – Coblosan Pemilu 2019 digelar besok. Berbagai model pengawasan diperketat. Bawaslu Magetan bahkan sampai meminta panwascam dan PPL untuk memelototi adanya indikasi pergereakan kecurangan politik uang di wilayah mereka masing-masing. ‘’Potensi semacam itu ada,’’ kata Koordinator Divisi Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan Antar lembaga Bawaslu Magetan Muhris Subiyanto, Senin (15/4).

Dia mengungkapkan potensi yang dimaksud adalah serangan fajar saat hari pemungutan suara. Dugaan adanya praktik jual beli suara itu bahkan sudah Muhris dengan sendiri dari maysarakat. Namun, pihaknya belum bisa memastikan. Karena masih dalam proses penyelidikan. ‘’Yang jelas sampai saat ini belum ada laporan resmi masuk terkait persoalan itu,’’ ujarnya.

Untuk mencegah itu, pihaknya bakal turun aktif ke lapangan guna memantau situasi sisa satu hari masa tenang pemilu. Selain itu, Bawaslu mengimbau kepada masyarakat untuk melapor kalau menemukan tindak pelanggaran, termasuk politik uang.

Menurut Muhris, caleg pemenang yang terbukti memberi uang untuk mempengaruhi pilihan, bisa dipidana. Bahkan kalau yang bersangkutan sudah sah ditetapkan sebagai legislator, penetapan itu bisa dibatalkan. ‘’Walau sudah menang, tapi kemudian ditemukan kecurangan, dalam hal ini money politics, menurut aturan yang berlaku, penetapannya bisa dibatalkan,’’ paparnya.

Menurut dia, mula-mula temuan di lapangan akan dilaporkan ke sentra Gakumdu. Dari sana, laporan itu dibawa ke pengadilan. Apabila sudah terbit putusan yang mengikat, maka akan diterbitkan rekomendasi pembatalan kepada KPU. ‘’Anggota yang dilapangan sudah bekerja dari pagi hingga malam untuk mengawasi dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh peserta ataupun panitia,’’ jelas Muhris. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here