Ngawi

Pemilik Warkop Mesum Dawung Nekat Langgar Kesepakatan

NGAWI – Indikasi masih adanya praktik prostitusi berkedok warung kopi (warkop) di Dusun Krajan, Desa Dawung, Jogorogo, membuat pihak kepolisian kaget. Pasalnya, pemilik warung sudah berjanji menutup usahanya pasca-operasi yang digelar bersama satpol PP beberapa waktu lalu.

Kesepakatan menutup usaha tersebut dikuatkan dengan surat pernyataan yang ditandatangani di depan pihak kepolisian. ‘’Terakhir (razia, Red) kalau tidak salah sebelum Desember lalu,’’ kata Kapolsek Jogorogo AKP Budi Cahyono kemarin (17/1).

Kala itu, pihaknya memberi warning kepada pemilik warkop agar tidak melakukan kegiatan prostitusi. ‘’Kalau sekarang ternyata masih ada (praktik prostitusi, Red) akan kami tindak tegas,’’ ujar Budi kepada Radar Ngawi.

Pun, kalangan dewan mendesak pihak aparat penegak hukum maupun satpol PP menindak tegas para pemilik warung jika terbukti melakukan praktik prostitusi. Apalagi, isu seputar aktivitas penyakit masyarakat itu di wilayah setempat sudah kerap muncul. ‘’Harus ada peringatan keras lagi,’’ pinta Ketua Komisi II DPRD Ngawi Khoirul Anam Mu’min.

Anam menyebut, dalam operasi yang digelar satpol PP di wilayah Jogorogo selama ini selalu mendapat temuan praktik prostitusi. Namun, dia tidak mengetahui apakah itu termasuk warkop di Dawung yang terindikasi masih menyediakan layanan esek-esek tersebut. ‘’Dulu sering ditemukan kasus mesum di kawasan Pasar Jogorogo,’’ tuturnya.

Meski begitu, menurut dia, upaya mengatasi penyakit masyarakat itu merupakan tanggung jawab bersama. ‘’Lingkungan sekitar juga memiliki peran besar. Jangan sampai membiarkan kegiatan seperti itu terus berjalan. Pihak pemerintah desa harus tegas ketika mengetahui ada kegiatan penyakit masyarakat,’’ paparnya.

Anam mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya bakal turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang sesungguhnya. Pun, dia menilai perda keamanan dan ketertiban umum (kamtibum) harus ditegakkan.

Diberitakan sebelumnya, petugas satpol PP merazia sejumlah warkop di Dusun Krajan yang diduga menyediakan pekerja seks komersial (PSK). Sayang, mereka keburu kabur sesaat sebelum petugas tiba di lokasi.

Dugaan praktik prostitusi terselubung itu dikuatkan adanya bilik-bilik di warung yang diduga digunakan PSK untuk melayani pelanggan. Selain itu, temuan alat kontrasepsi serta pakaian perempuan dan perlengkapan make-up di kamar. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close