Madiun

Pemilik Peternakan Ayam di Ngrayung Tolak Tutup Kandang

MADIUN – Protes warga Dusun Ngrayung, Mojopurno, Wungu, Kabupaten Madiun, atas keberadaan peternakan ayam di lingkungannya dimentahkan. Pemilik peternakan Abdul Siran mengatakan bahwa kandang ayamnya hanya penampungan sementara. Pun jumlah ayamnya tak sampai ribuan ekor. Usahanya pun masih kecil-kecilan. Karena itu, dia berani membangun kandang di dekat rumahnya yang juga dekat permukiman. ‘’Polusinya masih dalam batas wajar,’’ katanya kemarin (22/2).

Siran menerangkan, ayam yang ditampung di kandangnya berasal dari perusahaan mitra yang dijalinnya. Yakni, dari Kabupaten Madiun dan Magetan. Jumlah maksimal ayam yang dapat ditampung di kandangnya hanya sekitar 1.500 ekor. Itu pun relatif sedikit mengingat tidak setiap hari kandangnya berisi ayam. ‘’Kadang sedikit, kadang ya banyak,’’ ujarnya.

Dia menyangkal tudingan menimbun bangkai ayam. Dia menyebut ayam yang mati dikumpulkannya. Kemudian diangkut kenalannya yang memiliki ternak lele. Dia juga membantah bau busuk mengganggu warga sekitarnya. Namun, dia tidak membantah peternakannya memang menimbulkan bau. ‘’Tapi, ya memang seperti ini adanya,’’ tuturnya.

Soal perizinan, dia berdalih usahanya tak perlu izin. Dia sudah mendapat pengarahan dari pihak-pihak terkait. Yakni, dinas lingkungan hidup, dinas pertanian dan perikanan,  juga satpol PP. Dari situ dia mendapat saran yang cukup membangun. Dia berjanji akan berbenah dan sebisa mungkin mengurangi polusi yang dikeluhkan warga. ‘’Saya akan benahi,’’ janjinya.

Siran mengungkapkan sudah memberi pengertian kepada warga sekitar. Pun dulu sempat mengosongkan kandangnya. Namun, karena skala usahanya kecil, dia kembali mengisi kandangnya lagi. Dia tak takut jika ada warga yang kembali protes. Alasannya, sudah mendapat arahan dari pihak terkait. Pun sudah mengantongi izin dari pemerintah desa setempat. ‘’Kalau harus tutup tidak bisa. Berarti menghalangi hak saya,’’ ketusnya. (mg4/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close