Pemilihan Caruban Diikuti Revisi Perda RTRW

217

MADIUN – Konsep pengembangan Kabupaten Madiun bak kota metropolitan. Pemilihan Caruban sebagai ibu kota kabupaten bakal diikuti dengan penentuan kecamatan-kecamatan penyangga hingga penunjang. Kebijakan itu dimasukkan dalam rencana revisi Perda 9/2029 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) 2009–2029. ‘’Terbagi menjadi tiga wilayah strategis,’’ kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Madiun Edy Bintarjo.

Penyesuaian perda menindaklanjuti revisi Peraturan Pemerintah (PP) 52/2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Madiun dari Kota Madiun ke Kecamatan Mejayan. Pihaknya bakal mengatur 15 kecamatan menjadi tiga wilayah strategis. Yakni, ibu kota, penyangga ibu kota, dan penunjangnya. Luasan ketiganya bakal ditentukan sesuai kategori yang ditentukan. Serta kapasitasnya membantu mengembangkan daerah. ‘’Polanya ibu kota itu di tengah, penyangga di sekelilingnya ibu kota, dan penunjang dari pinggiran,’’ bebernya.

Gambaran awal yang dimiliki kawasan ibu kota akan menjadi pusat pemerintahan (puspem) dan perdagangan. Penunjangnya berupa grosir, pabrik, dan industri lainnya. Sedangkan di pinggiran sebagai penyangga berupa hasil pertanian. Banyak hal yang menjadi pertimbangan pemkab untuk melangkah ke sana. Salah satunya menentukan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B). Meski sudah didapati luasannya 21 hektare, namun perlu ditentukan titik-titiknya. ‘’Tiga wilayah itu perlu ditetapkan luasannya,’’ ucapnya kepada Radar Mejayan.

Selain perubahan PP, penyesuaian RTRW juga menyelaraskan dengan dinamika kabupaten saat ini. Di antaranya azas pemanfaatan dua interchange jalan tol ruas Madiun–Wilangan di Pilangkenceng dan Balerejo. Serta pembangunan double track kereta api (KA) yang mendekati tuntas. Pemkab mengangankan Stasiun Caruban kelak tidak hanya sekadar tempat pemberhentian penumpang semata. Tapi bisa berubah menjadi usaha dan bisnis. ‘’Perlu ada guidance bagi para investor yang ingin masuk ke sini,’’ tekan Edy Bin.

Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto mengibaratkan pusat pemerintahan kabupaten ini tidak beda jauh dengan Caruban zaman dahulu. Terbagi di Kecamatan Mejayan, Wonoasri, Pilangkenceng, Saradan dan Balerejo. Keempatnya membawahi puluhan desa. Nah, daerah selain Mejayan tersebut yang diproyeksikan sebagai penyangga. Sebab berlokasi di sekelilingnya ibu kota. ‘’Gambarannya sudah ada tinggal di detailnya yang perlu terus dibahas dalam RTRW,’’ ucapnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here